Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 15.23 WIB

Di Depan Mendagri, Amran Geram soal Dugaan Mafia Beras: Percuma Rapat Kalau Belum Ditangkap

Mentan Amran saat rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (12/10)(Tangkapan Layar Youtube Kemendagri).  - Image

Mentan Amran saat rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (12/10)(Tangkapan Layar Youtube Kemendagri). 

JawaPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluapkan kekesalannya di hadapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait dugaan praktik permainan harga dan kecurangan beras. 

Amran bahkan menilai rapat pengendalian inflasi tidak ada gunanya jika praktik tersebut terus berlangsung di luar pengawasan pemerintah.

Hal itu disampaikan Amran saat rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (12/10).

"Tapi enggak tahu sudah ditangkap belum itu. Ini enggak percuma kita rapat, maaf, percuma kita rapat gini terus-terus, tapi yang main orang di luar," kata Amran.

Dia kemudian menyinggung dugaan permainan harga yang disebutnya dapat menghasilkan keuntungan hingga ratusan miliar rupiah dalam sehari hanya dengan menaikkan harga Rp 1.000.

“Dia satu kali itu ambil uang, aku buka saja, seribu rupiah dinaikkan, dia dapat Rp200 miliar satu hari,” ujarnya.

Amran juga mengungkit persoalan beras oplosan yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah. Dia menyebut potensi kerugian akibat praktik tersebut mencapai puluhan hingga Rp 100 triliun.

“Dulu kan beras oplos. Merugikan Rp100 triliun, Rp90 triliun, kemarin Rp89 triliun, dia cuma pindah (modus),” ungkapnya.

Menurut Amran, dugaan praktik tersebut kini beralih ke beras fortifikasi. Dia mengaku telah melaporkan persoalan itu kepada Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menyinggung hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kandungan vitamin dalam produk beras yang dimaksud.

“Jadi dulu dia di sini main di premium. Ini reda, pindah fortifikasi. Apa itu fortifikasi? Dikasih vitamin B12. Vitamin B dikasih, ternyata tidak ada vitaminnya. Kami periksa di lab,” tuturnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore