
Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.
"Untuk perdagangan (15/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.780 - Rp 18.060,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Kamis (15/10).
Baca Juga:Prediksi Skor Lech Poznan vs Bayer Leverkusen: Die Werkself Siap Pesta Gol Demi Kemenangan Kedua
Ibrahim mengatakan, sentimen eksternal yang akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah adalah rilis data inflasi AS, yaitu Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI), yang masing-masing dijadwalkan pada hari Rabu dan Kamis.
Angka CPI utama bulan September diperkirakan naik 0,6 persen secara bulanan (MoM), meningkat dari 0,4 persen pada bulan Agustus. Inflasi tahunan diprediksi naik menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 3,4.
Di samping itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada hari Jumat juga akan menjadi perhatian pasar.
Sementara itu dari dalam negeri, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,0 persen ke 5,1 persen pada 2026.
Namun, tingkat inflasi diproyeksikan naik hingga ke 3,3 persen. Lembaga tersebut menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari laporan sebelumnya pada Juli 2026 yakni 5,0 persen.
“Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berdasarkan laporan edisi Oktober tidak berubah dari edisi Juli yakni 5,1 persen,” ujarnya.
Ia mengatakan, IMF menyoroti dua kekuatan transformatif yang membentuk kembali ekonomi global yaitu geopolitik dan teknologi. Setiap negara dinilai memiliki dampak paparan berbeda dari sisi ekonomi tergantung dari kedekatan dengan wilayah konflik maupun sensitivitas terhadap fluktuasi harga komoditas.
Tidak hanya itu, situasi ekonomi setiap negara berbeda tergantung pada kemampuan mereka memanfaatkan lonjakan sektor kecerdasan buatan (artifical intelligence/AI).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022