Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Rabu, 28 Oktober 2026 | 23.06 WIB

Rupiah Kian Tertekan, BI Sebut Sentimen Global dan MSCI Jadi Pemicu

Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan hingga menuju level Rp 18.184 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan konflik geopolitik di timur tengah yang terus terjadi dan data Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi faktor yang menekan nilai tukar rupiah.

Ia menyebut, pergerakan Rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah.

Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas USD 115 per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat.

“Sentimen risk-off yang memburuk mendorong penguatan USD dan arus keluar dana dari pasar negara emerging markets. Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan yield obligasi,” ujar Erwin dalam keterangan yang diterima, Rabu (28/10).

Erwin mengatakan,  dari domestik kekhawatiran atas potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI turut menekan aliran dana.

“Kebutuhan valas domestik yang meningkat menjelang akhir bulan juga menambah tekanan,” ujarnya.

Meski begitu, ia menyebut bahwa secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, secara bulanan Rupiah melemah 1,15 persen.

Erwin memastikan, cadangan devisa Indonesia masih tetap terjaga sebesar USD 146,3 miliar pada akhir September 2026.

Untuk memperbaiki nilai tukar rupiah, ia mengatakan BI terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore