JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gaji Karyawan 8 Industri Ini Diprediksi Naik Tahun Depan, Apa Saja?

06 Desember 2018, 17:39:25 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Gaji Karyawan 8 Industri Ini Diprediksi Naik Tahun Depan, Apa Saja?
Ilustrasi pekerja industri tengah bekerja di salah satu unit pabrik (DOK.PIXABAY.COM)
Share this

JawaPos.com - Memasuki akhir tahun, banyak karyawan yang hendak melakukan persiapan untuk hengkang dari pekerjaan lama. Biasanya, karena sudah mendapatkan pekerjaan baru atau merasa tidak ada perkembangan karir serta penghasilan. Tapi tunggu dulu, baru-baru ini perusahaan konsultasi sumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi, Mercer, merilis prediksi kenaikan gaji karyawan Indonesia pada 2019 sebesar 8 persen.

Hasil ‘Compensation Planning 2019’ Mercer yang merupakan studi tahunan tentang remunerasi serta prediksi perekrutan dan kenaikan gaji karyawan menyebut ada delapan industri yang akan mengalami kenaikan gaji. Prediksi itu dibuat berdasarkan Total Remuneration Survey (TRS) dengan partisipasi 545 perusahaan di Indonesia dari 8 industri tahun ini.

Career Business Leader Mercer Indonesia Astrid Suryapranata menuturkan dengan laju inflasi yang kompetitif dan pertumbuhan ekonomi yang positif di Indonesia, gaji karyawan delapan sektor industri menunjukkan kenaikkan yang cukup baik.

“Sektor ilmu hayati akan mengalami kenaikan tertinggi yaitu sebesar 8,8 persen. Sebagian besar industri diperkirakan akan mengalami kenaikan gaji pada 2019,” terangnya di Jakarta, Kamis (6/12).

Adapun, untuk industri ilmu hayati kenaikan gajinya paling tinggi yakni 8,8 persen, kedua mining services sebesar 8,3 persen, kimia 8,2 persen, consumer goods 8 persen, mining 7,7 persen, high tech 7,6 persen, financial services 7,4 persen dan automotive 7,1 persen.

Astrid mengatakan prediksi gaji secara keseluruhan mencerminkan kepercayaan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia menghadapi 2019, dimana 80 persen perusahaan bergantung kepada kinerja perusahaan sebagai faktor penentu kenaikan gaji.

Meski begitu, ia mengatakan kinerja karyawan juga jadi penentu 96 persen perusahaan diikuti oleh posisi karyawan menurut 77 persen perusahaan.

“Faktor ketiga tersebut lebih menunjukkan gaji karyawan daripada faktor inflasi,” terangnya.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up