JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tiket Pesawat Domestik Masih Mahal

Kagetnya Jokowi ketika Dikasih Tahu oleh CT soal Harga Avtur Mahal

Presiden Bakal Bawa Kompetitor Pertamina

12 Februari 2019, 08:41:46 WIB
Kagetnya Jokowi ketika Dikasih Tahu oleh CT soal Harga Avtur Mahal
Presiden Jokowi (tengah) (Anjar Dwi Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo benar-benar kaget dengan kondisi harga avtur yang mahal. Tingginya harga bahan bakar untuk pesawat itu baru diketahuinya setelah mendapat informasi dari pengusaha Chairul Tanjung (CT).

Untuk itu, Jokowi akan memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Pemanggilan itu untuk membahas harga avtur dalam yang masih mahal. Dia menyadari harga avtur berdampak pada harga tiket pesawat. Terutama untuk tiket komersial dalam negeri.

Suami Iriana Joko Widodo itu mengaku kaget saat diberi tahu oleh pengusaha Chairul Tanjung (CT) mengenai tingginya harga tiket dan avtur. Diakui, kurangnya persaingan usaha membuat harga avtur dalam negeri jadi tinggi. Selama ini avtur hanya dijual oleh PT Pertamina (Persero).

Kagetnya Jokowi ketika Dikasih Tahu oleh CT soal Harga Avtur Mahal
Jokowi kaget harga avtur dimonopoli Pertamina. Hal itu diketahui setelah mendapat informasi dari pengusaha Chairul Tanjung. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

"Saya terus terang kaget dan malam hari ini saya baru tahu mengenai Pak CT tentang avtur yang ternyata dijual di Soetta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri," ujar Jokowi saat menghadiri Gala Dinner Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2).

Monopoli itu memicu harga tiket pesawat jadi mahal. Jokowi pun merasa terganggu. Makanya, orang nomor satu di republik ini meminta Pertamina untuk menyamakan harga avtur dengan negara tetangga. Jika Pertamina enggan menyamakan harga bahan bakar tersebut, mantan wali Kota Solo itu akan memasukkan kompetitor ke dalam negeri untuk menjual avtur. Upaya itu tak lain agar harga avtur ada daya saingnya.

"Saya akan undang Dirut Pertamina. Pilihannya hanya satu harganya bisa sama dengan harga internasional (atau) tidak. Kalau tidak bisa, saya akan masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi. Karena memang sangat menganggu sekali," ujar Jokowi.

Dalam penjualan avtur sebetulnya pemerintah telah mengatur. Pengaturan itu melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 K/10/MEM/2019 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum jenis avtur yang disalurkan melalui depot pengisian pesawat udara. Poin yang diatur salah satunya adalah penetapan batas atas margin sebesar 10 persen dari harga dasar.

Sebelumnya, Manager External Communication PT Pertamina Arya Dwi Paramita mengklaim, harga avtur yang dibeli maskapai sudah disepakati dalam kontrak jangka tertentu.

"Harganya mengacu pada Mean of Platts Singapore (MOPS). Makanya, ketika harga minyak dunia turun, harga avtur juga mengalami penyesuaian. Jadi pada prinsipnya kami yakin harga kami kompetitif," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (16/1).

"Sementara untuk penerbangan non-reguler, Pertamina akan memberlakukan harga yang berbeda sesuai dengan kondisi pasar pada saat itu," tegasnya.

Selain itu, ada beberapa hal yang mempengaruhi harga avtur selain minyak dunia. Di antaranya nilai tukar mata uang, biaya distribusi, supply chain dan lain-lain.

"Sehingga kita harus cermat jika membandingkan harga avtur di satu bandara dengan bandara yang lain. Karena kondisinya bisa jadi berbeda dan tidak setara untuk diperbandingkan," pungkasnya.

Sekadar informasi, mengacu situs Pertamina Aviation, harga Avtur setiap lokasi berbeda. Misalnya, untuk Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, harga Jet A-1 dibanderol Rp 9.800 per liter ke pengiriman pesawat. Sementara, di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng harga Jet A-1 yang dijual Pertamina ke pengiriman pesawat sebesar Rp 8.410 per liter.

Adapun harga Jet A-1 di bandara Juanda Surabaya sebesar Rp 9.080 per liter. Sementara, di Bandara Frans Kaisiepo Biak Papua mencapai Rp 11.280 per liter. Adapun harga ini belum termasuk PPN 10 persen dan pajak penghasilan 0,3 persen, harga tersebut juga tidak berlaku untuk penerbangan internasional.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : Uji Sukma Medianti

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up