JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gejolak Nilai Tukar

Menko Darmin Sebut Penangkapan CFO Huawei Pengaruhi Pelamahan Rupiah

07 Desember 2018, 15:04:46 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Menko Darmin Sebut Penangkapan CFO Huawei Pengaruhi Pelamahan Rupiah
Menko Perekonomian Darmin Nasution (DOK.JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah sebesar 0,07 persen ke level Rp 14.525 per USD. Padahal, mata uang Garuda sedang mengalami tren penguatan sejak awal Desember 2018. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut  pelemahan Rupiah diakibatkan karena gejolak dunia yang dianggap aneh.

Ia mencontohkan, salah satu gejolak yang ikut mempengaruhi pelemahan rupiah adalah ditangkapnya Chied Financial Officer Huawei Technologies, Meng Wangzhou di Kanada. Selanjutnya, Meng akan diekstradisi ke AS karena dianggap melakukan pelanggaran.

Padahal, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) belum lama ini sepakat untuk melakukan gencatan perdagangan.

Menko Darmin Sebut Penangkapan CFO Huawei Pengaruhi Pelamahan Rupiah
Ilustrasi penukaran mata uang asing di money changer (DOK.JAWAPOS.COM)

"Memang dunia ini aneh sekali. Ada CFO-nya Huawei ditangkap, malah goyang dunianya. Ini aneh-aneh aja. Pasar itu ada penyakitnya. Itu rada-rada suka lepas reaksinya, berlebihan," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12).

Meski demikian, Darmin tetap optimistis Rupiah bakal menguat di akhir tahun. Untuk itu, pihaknya akan fokus pada penguatan kebijakan yang mendorong iklim dan kepercayaan bagi dunia usaha.

"Ada (potensi penguatan). Yang penting kita pelihara confident dari market. Kita bikin kebijakan untuk vokasi kemudian untuk ekspor nanti ekspor apa. Pelan-pelanlah, satu-satu dipelihara iklim dan confidentnya itu akan menguat," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up