JawaPos Radar | Iklan Jitu

LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan 2,5 bps

10 Januari 2019, 16:27:00 WIB
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan 2,5 bps
Ilustrasi (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menaikan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam Rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, Rapat Dewan Komisioner (RDK) menetapkan kedua bunga penjaminan tersebut naik masing-masing sebesar 25 bps.

“Untuk bunga penjaminan rupiah menjadi 7 persen dari sebelumnya 6,75 persen. Sementara untuk valas 2,25 persen dari sebelumnya 2 persen dan untuk simpanan Rupiah BPR 9,5 persen dari sebelumnya 9,25 persen,” ujarnya di kantornya, Kamis (10/1).

Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku pada periode tanggal 13 Januari 2019 sampai 14 Mei 2019.

Halim menjelaskan, alasan menaikan bunga acuan juga mempertimbangkan suku bunga simpanan perbankan masih menunjukkan tren meningkat merespon kenaikan suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia sepanjang Mei hingga November 2018.

Selain itu, lanjutnya, saat ini kondisi likuiditas juga relatif terjaga. Meskipun, terdapat risiko pengetatan yang berasal dari pertumbuhan kredit yang melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga.

“Kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) berada dalam kondisi terjaga dengan baik di tengah mulai meredanya tekanan yang berasal dari depresiasi nilai tukar dan pasar keuangan,” tuturnya.

Halim menambahkan, proses penyesuaian atas kenaikan suku bunga simpanan di perbankan masih terus berlangsung. Pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan data suku bunga simpanan perbankan dan melakukan evaluasi yang berkesinambungan. 

“LPS akan melakukan penyesuaian terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan perbankan dan hasil evaluasi atas perkembangan kondisi ekonomi serta stabilitas sistem keuangan,” tandasnya.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : Romys Binekasri

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini