JawaPos Radar | Iklan Jitu

206 Ribu Unit Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki, Anggarannya Rp 4,3 T

07 Januari 2019, 09:36:48 WIB
206 Ribu Unit Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki, Anggarannya Rp 4,3 T
Kementerian PUPR anggarkan Rp 4,3 triliun untuk perbaikan 206 ribu unit rumah tak layak huni pada 2019 ini. (Dery Ridwansah/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengubah prioritas program pengadaan perumahan pada 2019. Kalau pada tahun lalu pemerintah giat membangun rumah susun (rusun), kini anggaran akan dialihkan untuk perbaikan rumah rakyat miskin.

Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR mencatat sudah membangun 315 tower rusun atau flat dengan kapasitas lebih dari 15.000 unit. Di antaranya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mahasiswa, dan santri pondok pesantren.

Dirjen Penyediaan Perumahan Kemen PUPR Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan, hingga saat ini ada sekitar 3,4 juta masyarakat Indonesia yang hidup di rumah yang tidak layak huni. "Kami punya target untuk menekan menjadi 1,5 juta dalam jangka lima tahun ke depan," katanya.

206 Ribu Unit Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki, Anggarannya Rp 4,3 T
Kementerian PUPR anggarkan Rp 4,3 triliun untuk perbaikan 206 ribu unit rumah tak layak huni pada 2019 ini. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Tahun ini Kemen PUPR menganggarkan kurang lebih Rp 4,3 triliun untuk program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Dengan anggaran sebesar itu, Khalawi menargetkan bisa merenovasi sedikitnya 206.506 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

Dari jumlah 200 ribu unit, sekitar 95 persennya digunakan untuk peningkatan kualitas (PK) alias perbaikan atau rehab. Sedangkan 5 persennya digunakan untuk pembangunan rumah baru. Warga yang akan menerima BSPS akan diusulkan pemerintah desa menuju kabupaten/kota, kemudian dilanjutkan ke provinsi.

Tim PUPR akan memverifikasi apakah yang bersangkutan layak menerima bantuan. Seleksi, kata Khalawi, akan dilakukan dengan ketat karena penerima dana sangat terbatas. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (tau/c9/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini