JawaPos Radar | Iklan Jitu

Strategi Atasi Bunga KPR yang Mencekik

11 Februari 2019, 06:30:59 WIB
Strategi Atasi Bunga KPR yang Mencekik
Ilustrasi. Bunga KPR mencekik untuk perumahan komersial (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Seperti yang kita tahu, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) naik menjadi 6 persen. Tentu saja, hal itu jadi angin segar bagi pemberi kredit atau perbankan dan lembaga keuangan non bank, namun tidak dengan nasabah.

Hal ini jadi masa suram peminjam karena harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar cicilan. Katakanlah cicilan KPR atau bagi mereka yang akan mengajukan KPR jadi merasa enggan karena membayangkan besar cicilan yang nantinya akan ditanggung.

Lalu, jika Anda termasuk yang sudah punya tanggungan cicilan KPR, dan bunga KPR yang Anda pilih waktu itu bukan sistem KPR syariah, tapi sistem bunga konvensional alias floating (bunga mengambang), maka harus pandai-pandai menyiasatinya.

Bagaimana cara? Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut jurus jitu menyiasati bunga KPR yang semakin lama makin mencekik akibat kenaikan suku bunga bank.

1. Berani ‘Ngirit’ dengan Makan Makanan yang Sederhana

Langkah pertama untuk menghadapi kenaikan bunga KPR yang naik adalah dengan mengencangkan ikat pinggang alias berhemat atau ngirit. Mulailah dengan megurangi pengeluaran yang sifatnya konsumtif dengan lebih terencana.

Anda pun bisa mulai dengan menghemat pos pengeluaran untuk keperluan utama. Contohnya dengan cara memangkas biaya makan, yang tadinya makan makanan yang ‘wah’, ubah menjadi makanan yang sederhana saja sehat.

2. Hilangkan Berbagai Macam Hiburan Berlangganan

Langkah berikutnya yang bisa diambil untuk menghadapi tingginya cicilan KPR adalah dengan menghilangkan berbagai macam biaya hiburan berlangganan, seperti langganan TV Kabel. Menghilangkan biaya berlangganan TV Kabel sepertinya tidak berat dilakukan, terlebih lagi bila ternyata jarang menontonnya.

Kemudian Anda juga bisa menghilangkan berlanggaran koran yang selama ini dilakukan. Anda tetap bisa membaca dan mengetahui berbagai informasi terkini melalui media online.

Lalu, Anda bisa mengurangi biaya berlangganan paket internet. Jika selama ini Anda berlangganan paket internet berdasarkan kuota yang besar dan tentunya harganya lebih mahal, ganti dengan berlangganan paket internet unlimited yang cukup untuk sebulan ke depan asalkan tetap bisa digunakan untuk keperluan penting seperti e-mail, dan lainnya, serta tidak perlu lagi menggunakannya internet untuk Youtub-an.

3. Bawa Bekal Makan ke Kantor

Jika tempat kerja Anda tidak menyediakan makan siang gartis bagi karyawannya, jangan segan-segan membawa bekal sendiri dari rumah. Hasil berhemat dari biaya makan siang di luar cukup besar, karena kita tahu berapa harga makanan seporsi di luar sana.

Anda hanya perlu tekun dan telaten saja menyiapkan bekal makanan sendiri untuk dibawa ke kantor, dan uang lebih yang dibelanjakan untuk makan siang di luar bisa ditabung untuk menambah kenaikan cicilan KPR.

4. Ganti Transportasi yang Lebih Hemat

Sedangkan untuk kebutuhan mobilitas seperti alat transportasi sehari-hari ke tempat kerja, cobalah untuk beralih ke moda transportasi yang lebih hemat.

Jika semula Anda membawa kendaraan pribadi yang membutuhkan uang bensin dan perbaikan serta perawatan, cobalah untuk menggunakan transportasi umum seperti bus Transjakarta (busway) atau KRL yang tarifnya murah.

5. Cari Penghasilan Tambahan

Kemajuan teknologi dan informasi dapat Anda manfaatkan untuk menambah penghasilan tanpa memerlukan modal yang besar.

Salah satu contohnya adalah dengan cara menjadi dropshipper atau reseller produk online, atau bisa juga dengan membua usaha dengan menjual makanan ringan hingga memanfaatkan kendaraan Anda untuk menjadi ojek online atau taksi online.

Jika Anda memiliki kendaraan, Anda pun tak harus jalan sendiri untuk mencari penumpang, Anda bisa meminjamkan kendaraan untuk orang lain sebagai ojek online dan menentukan penghasilan dengan sistem bagi hasil.

6. Kurangi Utang Konsumtif

Keuangan yang sehat ditandai dengan batas pengeluaran untuk membayar cicilan maksimal 35 persen dari total pemasukan Anda. Jika Anda memiliki penghasilan sejumlah Rp 10 juta maka nominal maksimal untuk membayar tagihan Anda adalah sebesar Rp 3,5 juta.

Jika melebihi angka tersebut, sudah saatnya Anda mengoreksi kembali pengeluaran yang tidak penting. Sehingga uang kelebihannya dapat digunakan untuk membayar pengeluaran yang lebih penting.

Jika jumlah maksimal cicilan Anda menyentuh angka 35 persen maka usahakan untuk tidak menambah utang yang Anda miliki dengan membeli barang yang tidak terlalu penting. Jika Anda memiliki kartu kedit, koreksi kembali jika Anda memiliki pembelian yang sifatnya konsumtif.

7. Lakukan ‘Take Over’ KPR

Pengeluaran sering kali tak terkontrol lantaran tidak memikirkan pengeluaran jangka panjang. Beban cicilan pun semakin lama dirasakan semakin memberatkan.

Salah satu solusi dari beban pengeluaran yang besar adalah dengan cara memindahkan kredit pada bank lain yang menawarkan bunga lebih rendah. Namun sebelum Anda memilih opsi ini, perhitungkan apakah keputusan Anda ini dapat berdampak positif atau justru berdampak negatif.

Hal tersebut dikarenakan berbagai macam biaya harus Anda tanggung saat mengalihkan kredit ke bank lain. Salah satunya adalah biaya pelunasan dipercepat dengan besaran 1 hingga 2 persen dari total pokok pinjaman.

Selain itu biaya provisi di bank baru hingga biaya administrasi pun harus Anda pertimbangkan. Jadi, pelajari dengan cermat sebelum melakukannya.

Bebas Cemas saat Bunga KPR Naik

Demikianlah beberapa langkah yang bisa Anda jalankan saat Anda merasa pengeluaran untuk membayar cicilan KPR semakin berat akibat kenaikan suku bunga. Dengan bijak dan disiplin dalam mengatur keuangan, maka Anda pun akan bebas cemas saat bunga KPR mengalami kenaikan.

Editor           : Saugi Riyandi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up