
Jambi Ekspres
JawaPos.com - Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan pembangunan hauling road atau jalan angkut khusus angkutan batu bara di Provinsi Jambi sudah dimulai.
"Kalau tidak salah sudah mulai (pembangunan hauling road). Cuma saya enggak tahu persis detailnya," kata Irwandy Arif saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (3/3).
Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Ridwan Djamaluddin mengungkapkan bahwa perusahaan tambang sudah seharusnya mempunyai jalan sendiri untuk angkutan batu bara. Namun, ia mengatakan, hingga saat ini tidak semua perusahaan tambang mampu menyediakan jalan khusus.
Sehingga, angkutan batu bara di Jambi diperbolehkan melewati jalan umum yang dibatasi dengan jam operasi. "Pada dasarnya mereka harus punya jalan hauling sendiri, cuma kan tidak semua perusahaan mampu melakukannya sesuai pada waktu yang ditentukan. Sehingga diizinkan lewat jalan umum. Tapi, diaturlah sekarang (jam operasional khusus angkutan batu bara), tinggal disiplin pengaturannya saja," kata Ridwan Djamaluddin saat ditemui di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi Jakarta.
Ia menjelaskan, penerapan jam operasional khusus angkutan batu bara ini menjadi solusi agar industri tambang tetap bisa jalan. Namun, ia menegaskan kepada seluruh angkutan batu bara untuk lebih tertib terhadap pengaturan jadwal dan jalur yang telah ditetapkan.
"Pada dasarnya memang perusahaan-perusahaan harus lebih tertib saja dengan pengaturan jadwal dan jalur," jelasnya.
Untuk diketahui, respons Kementerian ESDM ini merupakan respons atas kemacetan parah hingga 22 jam terjadi di Jalan Nasional Kabupaten Batanghari tepatnya di Jalan Lintas Tembesi-Sarolangun sejak Selasa (28/2) hingga Rabu (1/3). Mengutip Jambi Ekspres, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Atma Jaya mengatakan, pihaknya telah diperintahkan langsung oleh Gubernur Jambi meninjau lokasi kemacetan di sekitar Tembesi.
Tak ada faktor tunggal penyebab kemacetan. Namun, Selasa lalu, puluhan angkutan sopir batu bara berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jambi. Lapangan depan kantor Gubernur Jambi dipenuhi truk batu bara.
Aksi para sopir ini dilakukan pascarapat Pemerintah Provinsi Jambi dengan Plh Dirjen Minerba ESDM pada Senin (27/2) tentang aturan baru truk batu bara. Komunitas Sopir (KS) Bara Jambi yang notabenenya masyarakat dan pemilik mobil yang menjadi sopir angkutan batu bara meminta ikut dimasukkan ke dalam daftar angkutan batu bara di Provinsi Jambi.
Dalam hal ini, Ketua KS Bara Jambi Gustur meminta agar aturan yang mengkhususkan mobil angkutan batu bara harus milik perusahaan dihapuskan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022