
Minyak mentah dunia mempengaruhi perdagangan energi global. (Markets)
JawaPos.com – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga menembus level USD 100 per barel pada perdagangan Senin (9/3). Lonjakan ini dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) - Israel, dan Iran sehingga memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Mengutip Reuters, kontrak minyak mentah Brent tercatat melonjak hingga USD 111,04 per barel atau naik sekitar 19,8 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga menguat menjadi USD 107,40 per barel setelah sempat menyentuh USD 111,24 pada awal sesi perdagangan.
Untuk diketahui, kenaikan harga tersebut terjadi setelah sejumlah produsen minyak utama di Timur Tengah mulai memangkas produksi akibat terganggunya jalur distribusi energi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
Irak dan Kuwait dilaporkan telah mulai menurunkan produksi minyaknya. Kondisi ini memperparah kekhawatiran pasar setelah sebelumnya Qatar juga mengurangi pasokan gas alam cair (LNG) karena gangguan pengiriman dari kawasan Timur Tengah.
Analis komoditas senior ANZ, Daniel Hynes, mengatakan lonjakan harga dipicu laporan bahwa produsen minyak di Timur Tengah mulai memangkas produksi karena kapasitas penyimpanan yang semakin penuh.
“Pasar merespons cepat laporan bahwa produsen Timur Tengah mengurangi produksi karena fasilitas penyimpanan hampir penuh,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/3).
Ia menambahkan, kondisi bisa menjadi lebih buruk jika produsen terpaksa menutup sumur minyak. Hal tersebut bukan hanya menekan produksi lebih jauh, tetapi juga berpotensi memperlambat pemulihan pasokan meski konflik telah mereda.
Situasi paling terdampak terjadi di Irak, produksi minyak dari ladang utama di selatan negara tersebut dilaporkan turun hingga 70 persen menjadi sekitar 1,3 juta barel per hari. Penurunan ini terjadi karena ekspor minyak tidak dapat dilakukan melalui Selat Hormuz akibat konflik dengan Iran.
Di sisi lain, perusahaan energi negara juga mulai memangkas produksi minyak sejak akhir pekan lalu dan bahkan menyatakan kondisi force majeure terhadap sejumlah pengiriman.
Ketegangan juga meningkat setelah Iran menunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan ayahnya. Langkah tersebut dinilai memperkuat dominasi kelompok garis keras di Teheran di tengah konflik yang terus memanas.
Analis Rakuten Securities memperkirakan harga minyak berpotensi terus naik jika ketegangan berlanjut. Menurut dia, harga minyak WTI bahkan berpeluang menembus USD 120 hingga USD 130 per barel dalam waktu relatif singkat apabila gangguan pasokan terus berlanjut.
"Dengan pengangkatan putra mendiang pemimpin sebagai pemimpin baru Iran, tujuan Presiden AS Donald Trump untuk menggulingkan rezim di Iran menjadi lebih sulit," kata Satoru Yoshida, analis komoditas di Rakuten Securities.
"Pandangan itu mempercepat pembelian, karena Iran diperkirakan akan melanjutkan penutupan Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas negara-negara penghasil minyak lainnya, seperti yang terlihat pekan lalu," imbuhnya.
Sementara itu, di Amerika Serikat sendiri tekanan politik juga mulai muncul. Pemimpin Fraksi Demokrat Senat mendesak Presiden untuk segera melepas cadangan minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) guna menstabilkan pasar dan menahan lonjakan harga energi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
