
ILUSTRASI LPG subsidi dan non-subsidi.
JawaPos.com - Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi, mendorong pemerintah untuk kembali mengintensifkan program kompor listrik bersubsidi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Program kompor listrik perlu digaungkan kembali karena sangat relevan dengan kondisi saat ini. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kapasitas fiskal negara dalam mengelola kebijakan subsidi energi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3).
Ridwan menilai, pengembangan kompor listrik merupakan langkah strategis di tengah meningkatnya tekanan sektor energi global, terutama akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dunia.
Ia juga menekankan bahwa diversifikasi energi melalui pemanfaatan listrik di sektor rumah tangga dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor, khususnya LPG.
"Tercatat realisasi belanja subsidi LPG cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Untuk tahun 2025 lalu saja Indonesia mengekspor lebih dari 70 persen kebutuhan dalam negeri," ungkapnya.
Dengan pemahaman masyarakat yang semakin baik serta dukungan infrastruktur yang memadai, penggunaan kompor listrik dinilai mampu menjadi solusi energi rumah tangga yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Penguatan implementasi dan sosialisasi yang komprehensif akan membuat program ini semakin tepat sasaran serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat maupun keuangan negara,” pungkasnya.
Sementara itu, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah membuat penggunaan energi khususnya LPG di Indonesia tergoncang. Alhasil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta masyarakat agar menggunakan LPG dengan bijak.
Dia pun meminta masyarakat untuk segera mematikan kompor, jika memang masakannya sudah matang. Hal ini demi menghindari borosnya LPG.
“Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana,” jelas Bahlil saat kunjungan kerja di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3).

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
