
Ilustrasi SPBU Pertamina menjual BBM Non Subsidi.
JawaPos.com - Memanasnya situasi di Timur Tengah terutama di Iran membuat desas-desus kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mulai ramai. Namun, kenaikan harga BBM dinilai wajar terjadi di tengah perang yang terjadi hingga membuat pasokan minyak terhambat.
Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira mengatakan, wajar bila pemerintah menaikan harga BBM non subsidi di tengah situasi seperti sekarang. Meningkatnya harga minyak dunia pasti akan berdampak kepada harga jual BBM.
“Kenaikan harga BBM non subsidi dalam situasi geopolitik seperti sekarang memang wajar dan sulit dihindari. Harga BBM non subsidi pada dasarnya mengikuti harga minyak mentah dunia, kurs rupiah, biaya pengapalan, dan premi risiko akibat konflik,” kata Anggawira saat dihubungi, Selasa (31/3).
Ia menjelaskan, harga minyak jenis Brent yang telah bergerak di kisaran USD 100 hingga 115 per barel. Nilai tersebut bahkan sempat mengalami kenaikan akibat situasi di Selat Hormuz yang semakin memanas.
Baca Juga:Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan Non Subisidi Pertamina Tidak Naik pada 1 April 2026
Saat ini, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax berada di kisaran Rp 12.300 per liter, Dexlite Rp 14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter. Apabila harga minyak dunia tidak kunjung mengalami penurunan, maka kenaikan harga BBM wajar dilakukan.
Adapun kenaikan harga BBM yang wajar berada di kisaran 5-10 persen. Pemerintah dinilai perlu melakukan penyesuaian secara bertahap agar tidak berdampak negatif terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.
“Secara realistis, kenaikan yang masih dianggap wajar untuk BBM non-subsidi berada di kisaran 5–10%. Artinya, Pertamax yang saat ini sekitar Rp 12.300 per liter bisa naik ke kisaran Rp 12.900–13.500 per liter,” imbuhnya.
Anggawira mengatakan, kenaikan harga BBM juga akan berdampak pada aspek operasional usaha. Sektor transportasi dan logistik menjadi salah satu yang akan mengalami dampak nyata.
“Untuk sektor trucking, logistik, pelayaran, bus, travel, hingga distribusi barang, komponen BBM bisa mencapai 30–40 persen dari total biaya operasional,” jelasnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
