
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meraih penghargaan PROPER Emas untuk Area Kamojang dan Area Ulubelu. (dok. PGE)
JawaPos.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali menorehkan pencapaian dalam pengelolaan lingkungan dan sosial dengan meraih penghargaan PROPER Emas untuk Area Kamojang dan Area Ulubelu. Penghargaan yang diterima di Jakarta pada Selasa (7/4) ini menjadi yang ke-15 secara berturut-turut bagi Kamojang dan ke-4 bagi Ulubelu.
Prestasi tersebut semakin menegaskan posisi PGE sebagai perusahaan energi hijau berkelas dunia yang tidak hanya fokus pada produksi energi panas bumi yang andal, tetapi juga konsisten memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Kami menghargai upaya-upaya untuk mendorong dan meningkatkan kualitas dari penataan lingkungan kita. Kepada para perusahaan yang telah mendapat predikat Emas, tentu kebanggaan yang luar biasa. Mudah-mudahan, predikat yang diberikan mampu mendorong kinerja kita semua dalam berkiprah di nasional maupun dalam kontestasi di dunia internasional,” kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam pidato sambutannya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menyebut penghargaan ini menjadi refleksi komitmen perusahaan dalam mengelola potensi panas bumi secara menyeluruh sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“PROPER Emas merupakan bukti dari cara kami beroperasi, yang mengintegrasikan keunggulan teknis dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial yang terukur. Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes uap panas bumi yang kami manfaatkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Ini adalah wujud nyata kontribusi PGE dalam mendukung ketahanan energi dan pangan nasional,” ujarnya.
Sebagai pionir pemanfaatan langsung panas bumi sejak 2013, PGE Area Kamojang kembali mempertahankan PROPER Emas melalui inovasi sosial KANYAAH (Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal for All's Harmony). Program ini mengembangkan konsep ekonomi sirkuler dengan mengoptimalkan uap panas bumi serta limbah non-B3 untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan berkelanjutan.
KANYAAH dijalankan melalui empat pilar utama, yakni produksi pupuk organik GeO-Fert untuk membantu petani, pengembangan pertanian hortikultura, budidaya perikanan berbasis pemanas geothermal, serta pengolahan hasil panen.
Hingga saat ini, program tersebut telah menghasilkan 193,8 ton pupuk yang digunakan pada lahan seluas 12,34 hektare. Di sektor perikanan, teknologi pemanas dari panas bumi mampu meningkatkan berat ikan dari 200 gram menjadi 330 gram per ekor serta mempercepat masa panen hingga 25 persen.
Program ini telah memberikan manfaat kepada 4.397 orang dengan total pendapatan masyarakat mencapai Rp3,08 miliar dan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 5,10. Dari sisi lingkungan, kontribusinya terlihat dari penurunan emisi sebesar 146,28 ton CO₂e per tahun dan pengurangan sampah organik hingga 232 ton per tahun.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
