Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2026 | 03.46 WIB

Gandeng Karimun Power Plant, PLN EPI Kembangkan Syngas Berbasis Biomassa

Direktur Utama PT Karimun Power Plant Arthur Palupessy (kiri) dan Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir (kanan) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan bisnis syngas gasifikasi berbasis biomassa. (dok. PLN EPI) - Image

Direktur Utama PT Karimun Power Plant Arthur Palupessy (kiri) dan Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir (kanan) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan bisnis syngas gasifikasi berbasis biomassa. (dok. PLN EPI)

JawaPos.com - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat pengembangan gasifikasi biomassa sebagai langkah strategis dalam program dedieselisasi, khususnya untuk wilayah terpencil yang belum terhubung jaringan listrik interkoneksi.

Upaya ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Karimun Power Plant (KPP) terkait pengembangan bisnis syngas berbasis biomassa, sebagai bagian dari komitmen mendukung transisi energi dan target net zero emission (NZE) 2060 pada Senin (6/4) di Jakarta.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa biomassa kini tidak lagi sekadar opsi alternatif, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton, namun baru dimanfaatkan sekitar 20 juta ton. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional," ujar Hokkop, dalam keterangannya, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, pemanfaatan biomassa tidak hanya terbatas pada skema co-firing di PLTU, tetapi juga bisa dikembangkan melalui jalur lain, yakni produksi syngas dari proses gasifikasi biomassa yang lebih fleksibel untuk digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun sistem isolated.

"Gasifikasi biomassa ini menjadi solusi konkret untuk daerah isolated yang masih bergantung pada solar. Dengan pendekatan ini, kita bisa menekan biaya energi sekaligus mengurangi emisi," tambahnya.

Menurutnya, keterbatasan desain PLTU serta kesiapan infrastruktur menjadi kendala dalam optimalisasi biomassa melalui co-firing. Oleh karena itu, diversifikasi pemanfaatan menjadi langkah yang dinilai penting.

"Karena itu kita membuka branch baru melalui gasifikasi biomassa. Ini bukan hanya opsi teknis, tapi juga solusi bisnis yang lebih adaptif untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah terpencil," tegasnya.

Sebagai tahap awal implementasi, PLN EPI menggandeng PT KPP untuk mengembangkan proyek percontohan di Karimun. Saat ini, fasilitas yang ada memiliki kapasitas biomassa sebesar 1 megawatt (MW) dan masih berpotensi untuk ditingkatkan hingga 2–5 MW.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore