
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengimplementasikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303. (ANTARA)
JawaPos.com - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengimplementasikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor maritim.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, mengatakan bahwa proyek ini menjadi bukti nyata kemampuan energi terbarukan dalam mendukung operasional bisnis sekaligus mendorong dekarbonisasi. Menurutnya, implementasi teknologi energi surya pada kapal membutuhkan kolaborasi yang erat dari sisi kelistrikan, operasional kapal, hingga aspek keselamatan dan keandalan sistem.
"Implementasi proyek ini bukanlah sesuatu yang sederhana. Hasilnya dapat kita lihat hari ini, yaitu pengurangan penggunaan bahan bakar diesel secara signifikan dan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon. Ini menunjukkan bahwa teknologi energi bersih dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus efisiensi operasional," ujar John.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina Agung Wicaksono, menjelaskan, pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. "Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi," imbuh Agung dikutip Minggu (14/6).
Inisiatif tersebut mampu menurunkan emisi kapal hingga 79,2 ton CO₂ per tahun serta menghemat konsumsi bahan bakar diesel sekitar 28,08 kiloliter (KL) per tahun. Sejalan dengan itu, program energi bersih di kapal menjadi langkah nyata dalam memperkuat komitmen PTK terhadap operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Plt. Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi menambahkan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama sejak tahap perencanaan hingga pemasangan sistem di kapal. Hal ini mengingat OB Patra 2303 merupakan kapal yang beroperasi mengangkut muatan minyak, sehingga membutuhkan standar keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan instalasi pada fasilitas konvensional.
"Yang membuat proyek ini istimewa adalah pemasangan dilakukan pada kapal yang mengangkut muatan berbahaya. Karena itu, proses instalasi harus memenuhi standar keselamatan yang jauh lebih ketat," ujarnya.
Implementasi PLTS pada kapal pengangkut minyak tersebut menjadi salah satu inovasi energi terbarukan di lingkungan Pertamina yang dilakukan dengan standar HSSE yang tinggi, sehingga mampu memastikan sistem beroperasi secara aman tanpa mengganggu aktivitas operasional kapal.
PLTS menerapkan sistem panel surya off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. Implementasi PLTS merupakan hasil sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022