Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2026 | 00.45 WIB

Subsidi BBM Membengkak, Bahlil: Kenaikan ICP jadi Tantangan Sekaligus Peluang Pendapatan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan) saat konferensi pers usai rapat koordinasi terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan) saat konferensi pers usai rapat koordinasi terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, pemerintah mengeluarkan dana subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp 250 triliun akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.

Ia menjelaskan, dengan Indonesia Crude Price (ICP) sebesar USD 70 per barel, anggaran subsidi BBM yang dibutuhkan mencapai Rp 150-200 triliun. Kebutuhan anggaran subsidi BBM itu turut naik ketika ICP-nya mencapai USD 100 per barel.

“Atas arahan Bapak Presiden, ICP-nya sampai dengan USD 100 itu berarti kita menambah subsidi kurang lebih sekitar Rp 230-250 triliun,” ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (25/6).

Bahlil mengatakan, kenaikan ICP juga mengerek pendapatan negara. Ia mencontohkan ketika ICP USD 70 per barel pendapatan negara sebesar USD 10,8 miliar, dan ketika ICP USD 100 per barel maka pendapatan negara menjadi USD 17,6 miliar.

Sedangkan ketika ICP berada di level USD 90 per barel maka pendapatan negara sebesar USD 14,3 miliar. Menurutnya, ICP yang mencapai USD 100 per barel akan menambah pendapatan sekitar USD 7 miliar atau sekitar Rp 120-125 triliun.

“Itu artinya apa? Dari Rp 250 triliun, kita sudah dapat 50% dari peningkatan pendapatan lifting,” ujarnya.

Lanjutnya, pemerintah memberlakukan sejumlah kebijakan untuk menutup anggaran dari subsidi BBM. Adapun, salah satunya adalah dengan menarik royalti dari sektor mineral.

“Kita naikkan beberapa royalti nikel, batu bara, dan beberapa sektor lain. Kita bisa dapat uang sekitar Rp 30-35 triliun,” ucapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore