
Ilustrasi B50. (Istimewa)
JawaPos.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melalui Green Transition Initiative (GTI) menilai mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 masih menyisakan sejumlah tantangan.
Sebagaimana diketahui, pemerintah resmi memberlakukan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 untuk seluruh sektor, mulai dari kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, hingga kereta api. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Kepala Dekarbonisasi Industri dan Transportasi INDEF GTI, Andry Satrio Nugroho, mengatakan serapan pasar terhadap B50 relatif aman karena biodiesel telah menjadi bagian dari mandat solar bersubsidi dan Public Service Obligation (PSO).
Meski demikian, persoalan yang lebih besar justru berada pada pembiayaan program tersebut.
“Penerapan B50 berpotensi menekan penerimaan negara dari ekspor minyak sawit mentah (CPO). Pasalnya, peningkatan kebutuhan biodiesel akan mengalihkan sebagian pasokan CPO dari pasar ekspor ke pasar domestic,” ujar Andry pada catatanya yang diterima, Rabu (1/7).
Andry mengatakan, CPO yang diekspor dikenai dua jenis pungutan, yakni pungutan ekspor yang menjadi sumber pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk insentif biodiesel serta bea keluar yang menjadi penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, penjualan CPO ke pasar domestik dengan harga yang lebih rendah berpotensi mengurangi laba perusahaan sawit sehingga penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) badan dari sektor tersebut juga menyusut.
Di sisi lain, penurunan ekspor juga mengurangi sumber pendanaan insentif biodiesel karena dana BPDP berasal dari pungutan ekspor CPO. Dengan kata lain, saat kebutuhan insentif meningkat, sumber pembiayaannya justru berpotensi menyusut.
“Tekanan terhadap pendanaan program justru akan meningkat ketika harga minyak dunia turun. Insentif biodiesel digunakan untuk menutup selisih harga Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan harga solar,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022