
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menjelaskan soal program perdagangan karbon hutan yang berjalan dengan baik. Menurut dia, program tersebut termasuk salah satu program pemerintah yang berhasil. (Kemenhut)
JawaPos.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengakui tidak semua program pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto berhasil. Beberapa mengalami kendala. Lain hal dengan perdagangan karbon hutan. Dia menilai program tersebut yang paling berhasil.
Keterangan itu disampaikan oleh Hashim saat hadir dalam acara peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) pada Senin (6/7). Atas keberhasilan itu, dia mengapresiasi kinerja Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
”Terus terang saja banyak program-program pemerintah Prabowo-Gibran, tujuannya mulia, bagus sekali tujuannya. Tapi, kita harus akui beberapa program terhalangi dengan implementasi. Kerja nyata bagus tujuan mulia, tapi implementasinya kurang baik,” ungkap dia.
Sebagai utusan khusus presiden, Hashim menyampaikan bahwa program yang tidak dapat berjalan sesuai harapan itu harus berhadapan dengan tantangan besar sering kali muncul pada tahap implementasi. Karena itu, meski dirancang dengan tujuan baik, sejumlah program masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Namun demikian, Hashim menilai program perdagangan karbon hutan justru menjadi yang paling cepat terealisasi. Dia menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan yang bekerja dalam satu ekosistem.
”Saya bisa saksi, program ini (perdagangan karbon hutan) yang paling cepat dan saya bisa katakan program ini yang sempurna, tidak ada cacat, luar biasa,” imbuhnya.
Menurut Hashim, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang dinilai mampu mengakselerasi implementasi perdagangan karbon sampai menghasilkan proyek yang siap diperdagangkan. Rencananya pada 9 Juli mendatang, Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) akan diluncurkan. Setelah itu, perdagangan karbon di sektor kehutanan bisa langsung berjalan.
”Pak Raja Juli luar biasa. Hari Kamis tidak omon-omon, sudah ada yang bisa diperdagangkan. Kamis depan ini luar biasa. Ini kita berbangga,” kata dia.
Peluncuran perdagangan karbon kehutanan melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) menandai dimulainya perdagangan karbon pada proyek-proyek yang telah memenuhi persyaratan. Implementasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan pasar karbon Indonesia sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Bologna vs Lazio di Liga Italia 2026/2027: Misi Sulit Gattuso Bersama Biancocelesti
