Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Juli 2026 | 20.06 WIB

Pertamina Operasikan Fuel Terminal 24 Jam di Sumatra Utara

Ilustrasi truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina Patra Niaga mendistribusikan BBM di wilayah Medan dan sekitarnya agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan. (Istimewa). - Image

Ilustrasi truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina Patra Niaga mendistribusikan BBM di wilayah Medan dan sekitarnya agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan. (Istimewa).

 JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga, memastikan sejumlah fuel terminal beroperasi 24 jam untuk melakukan percepatan normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Sunardi, mengatakan perusahaan melakukan berbagai langkah penguatan distribusi BBM secara terpadu.

“Operasional fuel terminal medan dan sejumlah SPBU terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memperkuat penyaluran BBM kepada masyarakat. Tidak hanya itu, fuel terminal pendukung seperti FT Pematang Siantar, FT Kisaran, dan IT Lhoksumawe dioperasikan 24 jam untuk mendukung percepatan pemulihan distribusi BBM,” ujar Sunardi dikutip dari laman Instagram Pertamina_sumbagut, Jumat (17/7).

Sunardi mengatakan, kebutuhan BBM di Medan meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dari rata-rata harian. Selain memaksimalkan sejumlah FT, Pertamina juga menambah kekuatan armada angkut dan personel distribusi secara masif.

Ia menjelaskan, Pertamina memperkuat juga personal distribusi dengan tambahan 34 awak mobil tanki dari fuel terminal terdekat serta dukungan personal TNI. Selain itu, build up stock BBM terus dilakukan di SPBU untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

“Untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, Petamina Patraniaga melakukan berbagai langkah penguatan distribusi BBM secara terpadu. Petamina Patraniaga menambah 10 unit mobil tanki operasional dan 35 unit mobil tanki melalui skema spot charter,” ujarnya.

Lanjutnya, Sunardi menegaskan Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan evaluasi terhadap awak mobil tangki (AMT) menyusul informasi yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, perusahaan telah memberikan tindakan kepada personel yang terbukti melakukan pelanggaran kedisiplinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pertamina Patra Niaga tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran prosedur operasional maupun kode etik. Kami memastikan seluruh proses distribusi BBM dilaksanakan sesuai standar operasional perusahaan guna menjaga keandalan pasokan kepada masyarakat," tegasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore