
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, dalam sambutan kunjungan kerja media di Kalimantan Tengah, Rabu (29/7).
JawaPos.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengungkapkan, industri kelapa sawit memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Selain menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar, sektor ini juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), membuka jutaan lapangan pekerjaan, serta memperkuat program hilirisasi industri nasional.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan nilai ekspor produk sawit Indonesia secara konsisten melampaui USD 20 miliar setiap tahun. Menurutnya, komposisi ekspor sawit kini semakin didominasi produk hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.
"Lebih dari 80 persen ekspor sawit Indonesia saat ini sudah berbentuk produk hilir, bukan lagi minyak mentah. Hal ini menunjukkan hilirisasi mulai memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi industri nasional," kata Zaid dalam sambutan kunjungan kerja media di Kalimantan Tengah, Rabu malam (29/7).
Ia menjelaskan, sektor perkebunan menyumbang sekitar 4,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Kontribusi tersebut menjadikan subsektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama sektor pertanian sekaligus penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Zaid menuturkan, dampak industri sawit sesungguhnya jauh lebih besar dari sekadar angka kontribusi terhadap PDB. Bahkan, ia menyebut sekitar 41 persen perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat dengan total produksi lebih dari 16 juta ton minyak sawit setiap tahunnya.
"Fakta ini menunjukkan bahwa pekebun bukan hanya sekadar pelengkap industri sawit, tetapi merupakan aktor utama dalam rantai pasok sawit nasional," ungkap Zaid.
BPDP juga mencatat industri sawit mampu menciptakan sekitar 16,5 juta lapangan kerja, baik secara langsung di sektor perkebunan maupun secara tidak langsung melalui sektor transportasi, logistik, perdagangan, industri pengolahan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Zaid, keberadaan industri sawit turut mendorong pembangunan infrastruktur, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, serta meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) dan pendapatan daerah di berbagai wilayah sentra perkebunan sawit.
"Di berbagai daerah sentra sawit, kehadiran industri ini menjadi pendorong pembangunan infrastruktur, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, hingga meningkatnya produk domestik regional bruto dan pendapatan regional bruto Indonesia," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022