Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 18.53 WIB

Implementasi B50 Dinilai Perlu Diikuti Penguatan Tata Kelola Biodiesel

Ilustrasi Biodiesel. (Dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Biodiesel. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Penerapan mandatori biodiesel B50 dinilai dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, kebijakan tersebut juga membawa sejumlah konsekuensi yang perlu dikelola, mulai dari beban fiskal, dampak lingkungan, hingga kesiapan rantai pasok.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Strategic Discussion bertajuk “B50 dan Tata Kelola Biodiesel Indonesia: Menemukan Titik Temu antara Energi, Ekonomi, Sosial, dan Ekologi” yang digelar Katadata Green bersama Traction Energy Asia, Kamis (30/7).

Forum tersebut membahas tantangan implementasi biodiesel, termasuk kebutuhan reformasi tata kelola agar kebijakan energi berbasis sawit dapat berjalan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Direktur Eksekutif Traction Energy Asia, Tommy Ardian Pratama dalam keterangan tertulis yang diterima mengatakan bahwa kajian Apakah B50 Sepadan? Biaya Mandat Biodiesel Indonesia, dan Reformasi yang Dapat Mengubah Jawabannya menemukan adanya berbagai biaya dan konsekuensi yang perlu diperhitungkan dalam penerapan B50.

Menurut Tommy, sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian antara lain beban fiskal, potensi utang karbon, risiko kerusakan mesin, hingga manfaat sosial bersih dari kebijakan biodiesel.

“Kajian ini ingin melihat bagaimana kebijakan biodiesel dapat dijalankan secara berkelanjutan dengan menemukan titik temu antara aspek energi, ekonomi, sosial, dan ekologi,” ujar Tommy.

Ia menilai biodiesel merupakan kebijakan strategis dengan dampak luas, sehingga membutuhkan tata kelola yang lebih kuat. Saat ini, pengaturan biodiesel masih banyak bertumpu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga diperlukan penguatan regulasi untuk memberikan kepastian jangka panjang.

Tommy menyebut reformasi tata kelola perlu mencakup pelibatan pekebun sawit mandiri dalam rantai pasok, diversifikasi bahan baku melalui pemanfaatan minyak jelantah, serta penguatan kelembagaan pengelola program biodiesel.

Sementara itu, mewakili Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi, Andi Novianto, mengatakan bahwa implementasi B50 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dan perubahan harga minyak dunia.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore