
Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Selasa (11/8). (ANTARA)
JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut energi listrik yang dihasilkan dari konstruksi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nantinya mampu mengaliri listrik sekitar 15 ribu rumah di daerah ini.
Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Yogyakarta, Selasa (11/8), mengatakan, untuk operasional PSEL di Yogyakarta tersebut nantinya minimal harus disuplai seribu ton sampah per hari dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.
"Rata-rata memang seribu ton sampah itu setara dengan 18 sampai 20 megawatt, tergantung dari desain itu sendiri. Jadi, listrik yang dihasilkan bisa melistriki sekitar 15 ribu rumah di kawasan Yogyakarta," katanya lagi.
Menurut dia, energi listrik yang dihasilkan dari instalasi tersebut akan dibeli dan dikelola PLN sebelum didistribusikan ke rumah rumah, sehingga nantinya akan ada perjanjian atau penandatanganan kerja sama antara pemerintah dengan PLN tersebut.
Dia mengatakan, langkah tersebut seperti yang dilakukan pemerintah bersama PLN untuk mengelola energi listrik dari PSEL yang telah beroperasi di daerah lain, sementara di Yogyakarta ditargetkan pembangunan awal 2027 dan selesai pada 2028.
"Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, listrik PSEL akan dibeli oleh PLN sebesar 20 sen dolar AS per kWh, yang ini akan mencakup kerja sama selama 30 tahun. Listrik yang akan dicapai secara konsisten 18 sampai 20 megawatt per hari," katanya pula.
Dengan demikian, kata dia lagi, listrik yang dihasilkan dari PSEL akan dibayar langsung oleh PLN, sementara pemerintah daerah tidak mengeluarkan biaya untuk listrik, melainkan biaya untuk memasok sampah, atau operasional volume sampah.
"Ada beberapa potensi penambahan pendapatan untuk daerah termasuk dari sisi pajak dari sisi lapangan pekerjaan, dan dari sisi abu bawah yang nanti produk selain listrik yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha lokal," kata dia.
Menurut dia, proyek PSEL Yogyakarta di dekat bekas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul tersebut dibangun pada lahan seluas 5,7 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp 2,5 triliun sampai Rp 3 triliun.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
