Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 17.51 WIB

Mengenal Desil Kesejahteraan: Pengertian, Cara Ukur, dan Kaitannya dengan BBM Subsidi

Papan bertuliskan Biosolar dalam pengiriman terpajang di sebuah SPBU. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Papan bertuliskan Biosolar dalam pengiriman terpajang di sebuah SPBU. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Istilah desil kembali menjadi perhatian masyarakat usai rencana pemerintah menggunakan data kesejahteraan sebagai salah satu pertimbangan dalam penyaluran subsidi, termasuk wacana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang belum mengetahui pengertian desil, mulai dari bagaimana cara penentuannya, hingga apakah desil merupakan kategori untuk setiap orang atau satu keluarga.

Berdasarkan laman CekBansos, desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi mencakup keterangan individu seper pekerjaan, dan pendidikan, keterangan perumahan seperti kondisi rumah maupun daya listrik, dan kepemilikan aset.

Adapun, berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil dibagi menjadi 10 kelompok yang digunakan untuk menunjukkan posisi kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya.

Secara sederhana, setiap desil mewakili sekitar 10 persen keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan. Dimana, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Desil untuk Orang atau Keluarga?

Tidak sedikit masyarakat yang masih mengira desil merupakan pengelompokan masyarakat perorangan dengan jumlah pengeluaran tertentu setiap bulannya.

Desil digunakan untuk mengelompokkan keluarga atau rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Data individu tetap tercatat dalam DTSEN, tetapi penilaian desil menggambarkan kondisi kesejahteraan keluarga.

Artinya, desil tidak berarti setiap anggota keluarga mempunyai desil masing-masing berdasarkan penghasilan pribadi.

Sebagai contoh, dalam satu keluarga terdapat ayah, ibu, dan dua anak. Kondisi sosial ekonomi keluarga tersebut menjadi bagian dari penilaian kesejahteraan.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore