
Ilustrasi listrik PLN. (Istimewa)
JawaPos.com - Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menilai program surya 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2026 menjadi pilar utama strategi penurunan biaya listrik nasional.
Berdasarkan laporan terbarunya bertajuk 'Rethinking Indonesia’s electricity economics to reach the 100 GW solar target' menekankan pentingnya mengintegrasikan program ini ke dalam kerangka perencanaan listrik untuk menurunkan biaya, memperkuat ketahanan energi, dan mempercepat transisi dari fosil.
Selain itu, penghentian dini PLTU yang tidak efisien akan membuka kapasitas jaringan, mengurangi subsidi, dan memberi ruang bagi penambahan energi terbarukan, langsung mendukung target 100 GW.
Research & Engagement Lead untuk Transisi Energi Indonesia IEEFA, Mutya Mustika, mengatakan adanya peningkatan biaya pembangkitan tenaga batu bara sebesar 46 persen dalam lima tahun terakhir.
Ia menjelaskan, tarif listrik meningkat dari Rp 637 per kilowatt hour (kWh) pada 2020 menjadi Rp 930/kWh pada 2025. Besaran tersebut diperkirakan makin tinggi menjadi sekitar Rp 1.060/kWh pada 2026.
“Yang membuat biaya batu bara terlihat murah karena adanya kebijakan Domestic Price Obligation (DPO) dan Domestic Market Obligation (DMO),” ujar Mutya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (30/8).
Mutya mengatakan, Dua kebijakan tersebut menjaga harga batu bara tetap di bawah tingkat pasar sehingga mengaburkan biaya sebenarnya, serta menyulitkan energi terbarukan untuk bersaing.
Ia menjelaskan, tanpa DPO, estimasi riil biaya pembangkitan batu bara mencapai Rp 1.455/kWh pada 2025, lebih tinggi 56 persen daripada biaya setelah adanya DPO sebesar Rp 930/kWh.
Mutya menyebut, tantangan Indonesia bukan lagi soal apakah energi terbarukan dapat bersaing dengan bahan bakar fosil, melainkan apakah kerangka perencanaan kelistrikan mampu mengimbangi dinamika ekonomi pembangkitan yang berkembang pesat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
