Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2026 | 14.59 WIB

Ketegangan Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Bergerak Berlawanan Arah 

ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa) - Image

ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak merah pada perdagangan Selasa (20/10) pagi di saat pedagang mempertimbangkan kemungkinan eskalasi konflik oleh Iran di Selat Hormuz di tengah arus pasokan minyak mentah yang kuat dari Teluk Persia.

Melansir Investing pada pukul 07:20 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,16 poin atau 0,15 persen ke level 109,40 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Senin (19/10) pagi sebesar 108,13 dolar per barel. 

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,09 poin atau 0,09 persen ke level 98,44 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Senin (19/10) pagi sebesar 97,63 dolar per barel.

Melansir Bloomberg Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, mengatakan Iran tidak mempunyai pilihan selain menguasai Selat Hormuz untuk menjaga keamanan negara.

Meskipun terjadi eskalasi ketegangan baru-baru ini di sekitar jalur pelayaran tersebut, ekspor minyak mentah dari Teluk Persia terus berlanjut dengan laju yang semakin cepat. 

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kepada Fox News bahwa aliran pasokan telah pulih hingga sekitar 80 persen dari level sebelum perang, meskipun pengiriman produk olahan masih terkendala.

Harga minyak Brent telah melonjak sekitar 80 persen tahun ini seiring meluasnya konflik di Timur Tengah dan antara Rusia dan Ukraina yang mengganggu pasokan energi. Harga produk olahan bahkan melonjak lebih tajam, dengan harga futures solar Eropa melonjak. 

Namun, meskipun aliran minyak mentah dari Teluk Persia mulai pulih, serangan baru terhadap kapal tanker dan infrastruktur energi membuat prospek pasar tetap rapuh dan risiko geopolitik tetap tinggi.

Sementara itu, menurut Wright, pemerintahan Trump mengizinkan penjualan kapal tanker minyak yang terkena sanksi agar dapat mengangkut minyak mentah. Ia memperkirakan terdapat sekitar 1.600 kapal dalam “armada gelap” global.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore