
Helmy Yahya. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Helmy Yahya menyayangkan tindakan konten kreator Ebe Martono yang merekam sales promotion girl (SPG) secara diam-diam dalam penyelenggaraan GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang.
Sebagai Ketua Asosiasi Konten Kreator Seluruh Indonesia, Helmy menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika yang seharusnya dijunjung oleh para pembuat konten di dunia digital.
Pernyataan itu disampaikan Helmy Yahya melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram. Dalam video tersebut, mantan Direktur Utama TVRI itu secara langsung menegur Ebe Martono dan mengingatkan akan pentingnya menjaga etika ketika membuat maupun mempublikasikan konten di media sosial.
"Hei, Ebe Martono, kau dengerin ya! Saya sebagai ketua Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia, ingin mengingatkan. Harus punya etika lah sebagai konten kreator," kata Helmy Yahya.
Menurut Helmy, merekam seseorang secara diam-diam tanpa persetujuan dan kemudian menyebarluaskan hasil rekaman merupakan tindakan yang tidak patut dilakukan. Ia menilai, setiap konten kreator memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak privasi orang lain.
"Nggak boleh. Ini masalah etika ya, dan bikin malu pula. Begitu diminta take down, minta bayaran gitu," ujar Helmy Yahya.
"Cewek itu minta di-take down. Tolonglah kita sebagai kreator konten harus punya etika juga. Mari kita jaga iklim sosial media kita menjadi iklim yang menyenangkan, saling menghormati, dan jangan merugikan orang lain," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Helmy Yahya membagikan pengalamannya ketika masih aktif memproduksi konten reality show di televisi. Ia mengaku, konsep merekam reaksi spontan seseorang memang pernah dilakukannya, tetapi selalu diikuti dengan permintaan izin sebelum kontennya dipublikasikan.
"Dulu saya waktu bikin reality show di TV, saya banyak bikin begini ya. Tapi setelah itu, setelah kita rekam pasti kita minta izin. Apakah ini boleh kita tayangkan ya. Jadi itu etikanya," tutur Helmy.
Helmy Yahya menegaskan bahwa izin dari pihak yang direkam merupakan bagian penting dalam proses produksi konten yang dilakukan secara diam-diam. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya menghormati privasi individu, tetapi juga menjaga profesionalisme seorang konten kreator.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
