Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 03.45 WIB

Lucky Hakim Dorong Modernisasi Pertanian di Indramayu, Hasil Panen Padi Tembus 10,45 Ton per Hektare

Artis Lucky Hakim yang kini menjabat sebagai Bupati Indramayu di momen perayaan HUT ke-81 RI. (istimewa) - Image

Artis Lucky Hakim yang kini menjabat sebagai Bupati Indramayu di momen perayaan HUT ke-81 RI. (istimewa)

JawaPos.com - Artis yang saat ini menjabat sebagai Bupati Indramayu, Lucky Hakim,  mempertahankan wilayah yang dipimpinnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Ia juga melakukan upaya modernisasi di sektor pertanian, dan kini mulai menunjukkan hasil nyata.

 Uji coba Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, mencatat produktivitas rata-rata 10,45 ton gabah per hektare, jauh di atas hasil panen sebelumnya yang berada di kisaran 5–6 ton per hektare.

Capaian tersebut terlihat saat Lucky Hakim menghadiri panen perdana program PM-AAS di Desa Plosokerep pada 26 Agustus 2026. Pengukuran dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu melalui lima titik ubinan. Dari pengukuran itu, produktivitas tertinggi bahkan mencapai 12,35 ton per hektare.

Angka tersebut melampaui target awal program yang dipatok sekitar 8 ton per hektare. Bagi Lucky Hakim, hasil ini menjadi indikasi bahwa peningkatan produksi pangan masih bisa dilakukan meski luas lahan pertanian semakin terbatas.

Lucky Hakim memang sejak awal menempatkan perlindungan sawah sebagai bagian penting dari pembangunan Indramayu. Pemerintah Kabupaten Indramayu menetapkan sekitar 92.888 hektare sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga lahan tersebut dipertahankan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan kawasan industri sekitar 14.110 hektare. Strategi tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi dan investasi tetap berjalan tanpa harus mengorbankan sawah produktif.

“Tujuannya untuk intensifikasi peningkatan tonase, karena hamparan sawah tidak bisa kita tambah, justru yang ada berkurang. Indramayu sudah punya LP2B sekitar 92 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik,” kata Lucky Hakim dalam keterangannya.

Karena perluasan lahan bukan lagi pilihan utama, peningkatan produktivitas menjadi tantangan berikutnya. Dari sinilah PM-AAS diterapkan sebagai salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia.

Uji coba tersebut berlangsung di hamparan sekitar 100 hektare. Program melibatkan sembilan kelompok tani, satu brigade pangan, serta 93 petani. Teknologi pertanian modern digunakan sejak proses budidaya, mulai dari drone pertanian, pompa dan irigasi perpompaan, mekanisasi pertanian hingga penggunaan combine harvester.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore