JawaPos Radar | Iklan Jitu

Garin Nugroho Bangga Akhirnya Raih Sutradara Terbaik di Negeri Sendiri

07 Desember 2018, 12:24:39 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Garin Nugroho Bangga Menangkan Penghargaan Sutradara Terbaik Lewat Film Kucumbu Tubuh Indahku
Garin Nugroho senang akhirnya bisa didapuk menjadi Sutradara Terbaik di negeri sendiri. Garin raih penghargaan itu di Festival Film Tempo 2018, atas karyanya yang berjudul 'Kucumbu Tubuh Indahku'. (Yuliani NN/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Garin Nugroho terpilih sebagai Sutradara Terbaik Pilihan Tempo dalam ajang Festival Film Tempo (FFT) 2018 lewat karyanya Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body). Garin dinilai para juri mampu menyajikan cerita unik dan melampaui batas imajinasi. Dia memperlihatkan sebuah film dengan gagasan yang unik, cerita menarik dan sinematografi indah yang berbicara.

Film ini berhasil masuk dalam sesi bergengsi Orizzonti Competition, Venice Film Festival ke-75 September lalu hingga Asian Premiere di Busan. Sepanjang tahun 2018, film Kucumbu Tubuh Indahku ini juga telah mampir di beberapa festival film dan mendapat penghargaan Bisato D’Oro Award 2018 dari Venice Independent Film Critic pada awal bulan September, serta Best Film pada Festival Des 3 Continents, di Nantes, Perancis, pada pertengahan bulan November.

Kantongi banyak apresiasi dari mancanegara, Garin lebih-lebih terharu akhirnya diapresiasi di negeri sendiri. Film Kucumbu Tubuh Indahku pun menghantarkannya kantongi piala Sutradara Terbaik untuk pertama kali di Indonesia.

Trailer Kucumbu Tubuh Indahku (YouTube/Selebriti Buzzer)

"Saya kan hampir 62 penghargaan internasional dan nasional tapi baru sekali ini dapat best director di Indonesia. Best film pernah tapi best director kan nggak pernah, di luar pernah beberapa kali tapi kan di Indonesia baru ini. Jadi, ini menyenangkan sekali," ungkap Garin Nugroho usai malam penganugerahan FFT 2018 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis malam (7/12).

Film yang memberatkan tema cerita pada tubuh dan seksualitas ini secara berani mengangkat masalah tubuh trans gender dari seorang penari Lengger. Film Kucumbu Tubuh Indahku memperlihatkan puncak kematangannya lewat akting yang diperankan apik oleh Muhammad Khan, Raditya Evandra, Rianto, dan SujiwoTejo sebagai tokoh centralnya.

"Ya, Kucumbu Tubuh Indahku (memories of my body) ini bercerita tentang maskulin-feminin tokoh dari kecil yang kemudian masuk dalam kultur tari Lengger yang laki-laki menjadi perempuan yang kemudian menjadi reog. Reog kan kalau kamu mau jadi warok kan harus berpasangan dengan laki-laki lain, jadi sebetulnya kebanyakan maskulin feminin kan ngangkat drug, kelas menengah, dan sebagainya. Justru film ini memotret hal yang menjadi bagian sejarah panjang negeri ini kan. Kehidupan di Sulawesi lah misalkan, reog, lengger, dan sebagainya yang menjadi bagian dari identitas bangsa ini," papar Garin.

Namun, penggemar film Indonesia masih harus bersabar. Pasalnya, film tersebut masih akan sibuk diputar di beberapa festival hingga akhir tahun, sehingga belum bisa dipastikan kapan akan beredar di bioskop-bioskop Indonesia.

"Sebentar lagi akan di bawa ke Belanda, banyak sekali. Ini nanti di kantor pusat UNESCO 12 Desember di Paris, karena dapat penghargaan culture diversity award juga dari UNESCO," lanjut Garin bangga.

Namun demikian, meski mengangkat isu maskulin-feminin, Garin optimis filmnya akan diterima pasar Indonesia. Dia bahkan membandingkannya dengan film Bohemian Rhapsody yang juga membahas perihal isu sensitif, cinta sesama jenis.

"Pasti lah (di bioskop Indonesia), ini film yang sangat menyejukkan kok, tapi belum tahu kapan (tayang), kemarin di JAFF sold out langsung, waiting list-nya banyak sekali. Wong Bohemian Rhapsody aja bisa kok, masa ini nggak bisa. Kebetulan itu musik rock dari luar kan, ini kan musik-musik tradisi Indonesia, semacam dialog bersama yang jadi dialog sehari-hari," pungkas Garin.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up