JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jadi Saksi Pemilu JKT48 Bareng JawaPos.com

Antara Bahagia, Impian, dan Pemilu ala JKT48

Oleh: Putra Randy

28 November 2018, 06:30:59 WIB
Antara Bahagia, Impian, dan Pemilu ala JKT48
Dari kiri: Putra Randy, Fernanda Devan, Cindy Yuvia, dan Bawono Rizki Putra usai pengumuman hasil Pemilu ala JKT48 untuk single ke-20 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Bagi saya yang memiliki cita-cita menjadi seorang Jurnalis Showbiz, kesempatan menyaksikan “Pengumuman Hasil Akhir Pemilihan Member Single ke-20 JKT48 REBOOST” (Senbatsu Sousenkyo) dari sudut pandang jurnalis merupakan pengalaman tak ternilai. Selain bisa menyaksikan event pengumuman Pemilu ala JKT48 untuk kali pertama, impian yang sudah saya impikan sejak lama juga menjadi nyata pada acara yang berlangsung di Sleman City Hall, Sabtu 17 November itu.

Sekalipun berdomisili di Jakarta yang merupakan homebase JKT48, belum pernah sekalipun saya menyaksikan secara langsung pengumuman Senbatsu Sousenkyo, Padahal, empat event sebelumnya selalu dilaksanakan di Jakarta. Sempat berpikir kalau event tersebut tidak terlalu menarik untuk ditonton secara langsung.

Saya lebih memilih pertunjukan Teater JKT48 ataupun handshake festival sebagai event yang menarik untuk dihadiri. Tak pernah saya menyangka bahwa event pengumuman Senbatsu Sousenkyo yang pertama kali saya datangi malah saat event tersebut berlangsung di Jogjakarta.

Antara Bahagia, Impian, dan Pemilu ala JKT48
Tawa bahagia Desy saat memberikan pidato tentang keberhasilannya mencapai posisi 18. (Putra Randy)

Terasa lebih spesial lagi ketika saya tahu bahwa saya akan datang ke sana sebagai seorang “jurnalis”. Sebab, saya berhasil terpilih menjadi salah satu pemenang sayembara “Jadi Saksi Pemilu JKT48” yang diadakan oleh JawaPos.com. Jadilah, saya berangkat ke Jogjakarta.

Ada perasaan bangga dan bahagia di dalam hati ketika melangkahkan kaki memasuki venue Sleman City Hall. Ketika itu, seluruh bangku penonton masih kosong, karena para jurnalis mendapat kesempatan untuk memasuki venue lebih dulu. Saat itu saya bertiga bersama dua teman yang juga pemenang sayembara JawaPos.com.

Kami meliput sejak acara Pre-event Live Concert dimulai sekitar pukul 15.00. Adapun acara yang berlangsung saat Pre-event Live Concert adalah perform dari semua member JKT48 membawakan berbagai lagu hits mereka.

Drama Tersaji Sejak Pengumuman Paruh Pertama

Acara paruh pertama dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Walaupun baru pengumuman paruh pertama yang berisi peringkat 32-17 (undergirls), drama-drama emosional langsung tersaji. Contohnya, ketika Fransisca Saraswati Puspa Dewi (Sisca) yang merupakan member Tim KIII dipanggil namanya karena berhasil meraih posisi 30.

Ketika namanya dipanggil, Sisca langsung menangis histeris. Isak tangis masih terdengar ketika ia melakukan speech untuk keberhasilannya tersebut. Gadis berjulukan “Anak Ibuk” itu benar-benar tidak menyangka bisa masuk di sousenkyo tahun ini.

“Aku selalu merasa tertekan di JKT48, karena aku tuh tahu fans lebih suka tampilan yang menarik daripada member yang berbakat,” kalimat dari speech sisca yang bagi saya cukup menarik.

Sisca juga mengatakan bahwa ia berterima kasih kepada semua penggemarnya yang sudah berjuang keras membuatnya berada di posisi tersebut. Bagi Sisca, masuk sousenkyo untuk pertama kalinya merupakan kenangan terindah dalam hidupnya. Untuk menutup speech, Sisca mempersembahkan keberhasilan itu kepada mendiang ayahnya.

Momen yang tak kalah emosional terjadi saat pengumuman peringkat ke 25. Saat itu, Shania Junianatha (Shania) dari Tim J, yang menempati peringkat tersebut mengumumkan kelulusannya dari JKT48. Awalnya semua terlihat biasa saja. Namun, ketika Kapten JKT48 itu menyatakan bahwa tahun ini merupakan sousenkyo terakhir untuknya, sontak seluruh penggemar JKT48 yang memenuhi Sleman City Hall terkejut.

’’Meski bukan senbatsu, ini adalah kado terindah kalian di sousenkyo terakhir aku. Saya, Shania Juniantha dari JKT48 Tim J mengumumkan untuk lulus dari JKT48.’’

Setelah menghabiskan tujuh tahun sebagai member generasi satu, Shania memutuskan lulus dari JKT48 untuk mengejar mimpi yang lebih tinggi. Suasana haru langsung menyelimuti Sleman City Hall. Beberapa member JKT48 berlari untuk memeluk Shania yang masih berada di posisinya.

Kesedihan dan ekspresi tak percaya juga memenuhi wajah dari sebagian besar penggemar. Sebagian besar dari mereka juga langsung meneriakan berbagai ucapan untuk menyemangati Shania. Wajar hal tersebut terjadi, karena ketika seorang member mengumumkan kelulusannya, selalu menjadi momen yang tidak enak bagi penggemar.

Rasa degdegan tak luput dari benak saya sejak pengumuman undergirls dimulai. Saya berharap nama oshimen (member yang paling didukung atau disukai) yakni Maria Genoveva Natalia Desy Purnamasari Gunawan tidak muncul. Saya berharap, dia bisa masuk senbatsu (peringkat 1-16).

Namun, harapan itu "pupus" ketika nama Desy disebut oleh Jeremy Teti selaku pembawa acara menempati peringkat 18. Awalnya saya cukup kecewa karena harapan senbatsu gagal diraih. Tapi, pada akhirnya, menurut saya posisi 18 juga bukanlah sesuatu yang buruk. Sebab, itu berarti Desy akan ada di barisan depan undergirls.

Pada akhirnya, posisi tiga besar tak berubah pada pengumuman tahap dua. Ditempati Sinka Juliani (Sinka), Shani Indira Natio (Shani), dan Cindy Yuvia (Yupi). Namun perbedaannnya terletak pada jauhnya perbedaan suara antara Shani dan Yupi, yang pada pengumuman tahap dua hanya berbeda satu suara.

Ketika konferensi pers untuk member undergirls berjalan, saya punya peran lain yang harus dijalankan. Yakni, menjadi jurnalis meski hanya pada malam itu. Walaupun sudah sering berinteraksi dengan gadis asal Cilacap itu di berbagai event, saya tetap merasa gerogi ketika hendak mengajukan pertanyaan.

Dari pertanyaan itu, Desy menjawab kalau sebenarnya dia optimis bisa menembus posisi 16 besar atau masuk senbatsu. Bahkan, Desy mengaku sudah menyiapakan speech khusus yang akan diucapkan jika berhasil masuk.

"Sebenarnya aku optimisnya tahun ini senbatsu, apalagi ngeliat pengumuman hasil sementara. Pertama 14, lalu 16. Mungkin nggak ya, mungkin saja gitu kan mikirnya. Sebenarnya aku udah bikin speech buat senbatsu. Cuma, memang belum rejekinya. Sempet sedih sih, cuma nanti malah takutnya fans yang kecewa juga sama aku. Jadi, aku ingin minta maaf kalau tahun ini aku belum berkesempatan untuk senbatsu,’’ ujar Desy.

Desy juga menjelaskan kalau Senbatsu Sousenkyo sempat mengganggu pikirannya. Apalagi, Pemili ala JKT48 ini barengan dengan berbagai kegiatan lain seperti jadwal kuliah. Dia juga sempat berpikit kalau promosinya kurang. ’’Jadinya, sempat kebawa pikiran juga. Cuma ya, dengan hasil ini aku juga sudah merasa bersyukur,’’ imbuh Desy.

Usai konferensi pers, jam menunjukkan sekitar pukul 23.00. Seluruh rangkaian acara pada hari itu berakhir untuk saya dan kedua rekan pemenang lomba JawaPos.com. Saya pulang ke hotel tempat saya menginap dengan perasaan bahagia yang saiko kayou (luar biasa).

---

(*) Penulis adalah pembaca JawaPos.com yang berhasil lolos dari seleksi kuis Jadi Saksi Pemilu JKT48 Bareng JawaPos.com. Apa yang ditulis berasal dari ide dan kreativitas penulis.

Editor           : Dhimas Ginanjar
Reporter      : (dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up