JawaPos Radar | Iklan Jitu

Efek Tsunami Selat Sunda, Pengusaha Hotel Anyer Teriak, Sesalkan BMKG

31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Efek Tsunami Selat Sunda, Pengusaha Hotel Anyer Teriak, Sesalkan BMKG
Tsunami di Selat Sunda terjang Banten dan Lampung Selatan. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Musibah tsunami di Selat Sunda berdampak terhadap dunia pariwisata. Terutama para pebisnis perhotelan. Mereka mengalami kerugian karena tingkat okupansinya menurun. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pun menyesalkan sikap Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ketua Harian PHRI Propinsi Banten GS Ashok Kumar menuturkan, para pengusaha hotel di Anyer tak terima dengan isu tsunami yang seolah-olah melanda Anyer. Padahal tsunami di Selat Sunda menerjang wilayah Carita dan Pandegelang, bukan Anyer.

"Awalnya gelombang tinggi setelah besoknya dikatakan tsunami," ungkap GS Ashok Kumar dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Senin (31/12).

Efek Tsunami Selat Sunda, Pengusaha Hotel Anyer Teriak, Sesalkan BMKG
Lokasi wisata di Pandeglang yang hancur akibat diterjang tsunami, Sabtu (22/12) lalu. (Raka Denny/Jawa Pos)

Atas kebijakan BMKG itu, kata GS Ashok Kumar, PHRI menyatakan keberatan. Semula pada saat kejadian dikatakan hanya rob atau gelombang tinggi.

Bentuk penyesalan PHRI pada BMKG, yakni sebelumnya dikatakan dampak tsunami itu di wilayah Anyer. Padahal wilayah Anyer masih jauh dari Carita dan Pandegelang.

Contoh kawasan wisata dan hotel di Anyer yang tidak terkena dampak tsunami yakni di Lembah Hijau Bandulu dan Pondok Layung, Jalan Raya Karang Bolong, Banten. Di sana sama sekali tak terkena dampak tsunami dan beroperasi saat tsunami terjadi.

Tak ayal statemen dari pihak BMKG itu berdampak pada penurunan pengunjung. Terutama di ujung tahun. Biasanya pada libur tahun baru tingkat okupansi hotel sangat tinggi. "Makanya penurunan pengunjung sangat besar hampir 95 persen karena isu tsunami Anyer," tukasnya.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (ika/JPC)

Alur Cerita Berita

Polresta Solo Galang Donasi untuk Korban Tsunami 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Mereka Berkorban untuk Para Korban 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Pemprov Jateng Bantu Korban Tsunami Rp 492 Juta 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Sisa Endapan Bisa Longsor Lagi 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
PMI Solo Kirim Relawan ke Banten 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Mengantisipasi dan Belajar dari Bencana 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Akhirnya Salah Satu Anak Aa Jimmy Ditemukan 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
22 Desember Dylan Sempat Ucapkan Selamat Hari Ibu 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Pemkot Makassar Bantu Korban Tsunami Selat Sunda 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Pelayat Mulai Padati Rumah Dylan di Ponorogo 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
H+2 Usai Tsunami Aktivitas Warga Berangsur Normal 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Orang Tua Ikhlaskan Kepergian Bani Seventeen 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Pasang Buoy Tak Boleh Ditunda Lagi 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Seventeen, Jangan Dulu Pergi... 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Tsunami, Peringatan Dini, BMKG, dan PVMBG 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Polisi Sebut 408 Orang Masih Hilang di Banten 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Tsunami, BNPB Catat Ada 168 Orang Meninggal Dunia 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Rian D'Masiv Meminta Doa untuk Personel Seventeen 31 Desember 2018, 12:49:45 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini