
ALTERNATIF: Rully Shabara (dua dari kiri) tampil bersama musisi bule, Selasa (10/1).
Kesannya main-main, tapi serius. Itulah Senyawa, grup musik eksperimen dari Jogja yang beranggota dua orang: Rully Shabara dan Wukir Suryadi. Mereka mengeksplorasi suara-suara aneh yang ditimbulkan oleh pukulan dan gesekan benda-benda dipadu suara vokal yang tak biasa.
GLORIA SETYVANI PUTRI, Jogjakarta
PENIKMAT musik kebanyakan mungkin agak sulit menerima jenis musik karya duo Senyawa ini. Pasalnya, suara-suara yang dihasilkan terkesan tak beraturan. Tidak mainstream. Eksentrik. Sehingga bisa dikategorikan musik eksperimen atau alternatif.
Mungkin mereka juga tidak begitu dikenal di belantika musik Indonesia. Wong aliran mereka termasuk ’’tidak umum’’. Tapi, siapa sangka, kelompok musik rumahan itu sudah pernah tampil di 30 negara. Mereka juga mendapat apresiasi dari para penggemar seni eksperimen di negara-negara yang mengundangnya manggung itu.
Yang paling sering, mereka tampil di Australia, Jerman, dan Jepang. Di tiga negara tersebut, mereka pernah manggung lebih dari sekali. Lainnya, antara lain, Singapura, Malaysia, Lebanon, Inggris, Rumania, dan Prancis. Bahkan, dalam dua tahun ini, mereka sangat sering ke luar negeri. Hampir setiap bulan diundang untuk tampil di sana.
Senyawa merupakan duo musisi eksperimen yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain: Rully Shabara dan Wukir Suryadi. Mereka lahir dan eksis karena cocok, senyawa. Karena itulah, ketika Selasa malam lalu (10/1) keduanya tidak tampil bareng dalam sebuah demo musik, terasa ada yang hilang.
Malam itu hanya Rully yang perfom. Sedangkan Wukir menjalani pekerjaan di tempat lain. Rully yang ditemani tiga teman, dua di antaranya seniman bule, memainkan musik alternatif di Ruang Gulma Collective, Desa Sembungan, Kasihan, Bantul, Jogjakarta.
Rully mengeksplorasi suara-suara dari mulutnya. Meski begitu, suara yang dihasilkan mampu menciptakan suasana magis, membuat merinding yang mendengarkan. Lirih, perih, dan kadang-kadang mengejutkan.
Suara vokal Rully itu dipadu musik yang dibawakan tiga temannya. Ketiganya tampil dengan bunyi-bunyian yang diciptakan dari pukulan dan gesekan berbagai peralatan. Ada senar yang digesek-gesek, pengaduk adonan kue yang diputar-putar, serta pukulan benda-benda yang ada di sekitar rumah. Setelah dipadu padan, hasilnya cukup dinamis dan bisa dinikmati.
’’Semua alat kami produksi sendiri. Dengan begitu, kami bisa mendapatkan suara yang kami inginkan,’’ kata Rully ketika ditemui di markas Senyawa, kawasan Patangpuluhan, Wirobrajan, Jogjakarta, Selasa lalu.
Rully mengungkapkan, olah vokalnya tersebut mengimbangi beragam bunyi dalam komposisi itu. ’’Vokal tidak harus menyanyikan lirik atau harus jelas liriknya,’’ imbuhnya.
Rully kemudian menceritakan perjalanannya bersama Wukir, si pemusik bambu, melahirkan Senyawa pada 2011. Menurut dia, Senyawa bukan band konvensional, melainkan kolaborasi musik yang terus-menerus dilakukan. Rully dan Wukir merupakan dua individu yang berusaha bereksplorasi bersama. Berbeda dengan band yang membuat lagu bersama.
’’Dan kami tidak mau dibilang bergenre tertentu. Kami musik yang terus meng-explore dan bereksperimen,’’ ujar pria kelahiran 1982 itu.
Rully menegaskan, musik Senyawa tidak untuk digolongkan. Sebab, musik mereka tidak di satu jenis saja. ’’Kami menciptakan bunyi atau karya tidak berdasar genre apa.’’
Rully menyebut bunyi-bunyi yang mereka hasilkan terinspirasi dari mana saja. Mulai lingkungan, alam, hingga benda-benda di sekeliling. Dia memberikan contoh ketika banyak jangkrik jantan mengerik berirama. Bagi orang umum, suara jangkrik hanya bunyi hewan belaka, bukan bunyi musik seperti yang dipahami Senyawa. Karena itu, Rully dan Wukir sering memanfaatkan bunyi-bunyi alam menjadi bagian dari kolaborasi musiknya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022