Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Juli 2017, 00.00 WIB

Naik Mobil Juga Bikin Mabuk

SENGGANG: Armand van Kempen ( tengah) bersama rombongan bersantai setelah menembak ikan di Situbondo. - Image

SENGGANG: Armand van Kempen ( tengah) bersama rombongan bersantai setelah menembak ikan di Situbondo.


Jet ski yang mandek memang bukan hambatan untuk menikmati perjalanan. Sebelum merumahkan jet ski-nya, Armand van Kempen dan rombongan sempat pelesir ke beberapa tempat wisata di Lombok. Ayah tiga anak itu juga menghabiskan waktu untuk bermain olahraga ekstrem di air.





DRIAN BINTANG SURYANTO





ROMBONGAN tim yang mengikuti jalur darat dan laut tiba di Lombok pada Kamis (21/6). Awalnya, Armand hanya akan menginap di etape itu selama dua hari.



Di luar dugaan, pria yang lahir di Surabaya tersebut memutuskan singgah di Senggigi, Lombok, selama empat hari. Rencana awal, rombongan baru menuju ke etape selanjutnya, Sumbawa, pada Minggu (25/6).



’’Nanti saja kami pindah etapenya kalau semua gili yang ada di Lombok sudah kami sambangi,’’ ujarnya saat itu.



Mendengar hal tersebut memang ada sedikit kelegaan yang saya rasakan dan rombongan lainnya. Otomatis, waktu istirahat kami jadi lebih panjang dari sebelumnya. Meski tidak mengikuti jalur laut, perjalanan menuju ke Labuan Bajo dengan menggunakan jalur darat pun cukup melelahkan.



Tim jalur darat dibagi menjadi dua. Berdasar mobil yang dibawa Armand, Honda Jazz dijoki Aghata Pradita. Penumpangnya adalah Anastasia Kirana (anak sulung Armand), Gandis Rahastri Puspa Hariawan, dan Tabita Margaretha Mukti.



Mobil berikutnya, Mitsubishi Pajero, disopiri Hari Mulyo Wasito. Penumpangnya adalah Nikolas Frederick Rama Putra van Kempen, Charista Ahmad Zikri (Rista), dan saya.



Jalan naik turun yang kami lalui hanya cukup untuk ukuran satu setengah mobil berukuran besar seperti Pajero. Namun, karena jalanan sepi, Mulyo bisa dengan leluasa menambah kecepatannya. Naik, turun, naik, turun. Sensasi itu persis dengan jet ski. Membuat kami ’’mabuk kepayang’’. Maaf. Bukan kami. Tetapi, saya.



Setelah melalui perjalanan selama lima jam yang melelahkan, kami akhirnya menjejakkan kaki di Pulau Lombok. Sekitar satu jam kemudian, kami sampai di Hotel Central Inn, Senggigi. Jam menunjukkan pukul 18.30 ketika kami sampai.



***



Setelah menginap semalam di hotel, Armand memulai petualangannya menjelajahi gili yang berada tepat di sekitar Pulau Lombok. Gili merupakan sebutan pulau-pulau kecil di sekitar Lombok. Lebar pulau tersebut tidak cukup untuk dinamai pulau. Rangkaian gili-gili itu baru bisa disebut kepulauan.



Di Indonesia memang banyak sekali gili yang tersebar di berbagai daerah. Di Lombok saja terdapat sepuluh gili yang berbeda. Dengan karakteristiknya masing-masing.



Destinasi pertama Armand adalah Gili Trawangan, gili terbesar di sekitar Lombok. Gili itu terletak di barat laut pulau. Rombongan sampai di sana pada 23 Juni.



Seperti biasa, perjalanan kemudian dibagi menjadi dua. Antara rombongan yang memilih melewati jalur laut dan rombongan yang memilih menuju ke lokasi dengan menggunakan mobil alias jalur darat.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore