
Sholeh menunjukkan potongan kiswah yang dibelinya dengan mahar Rp 100 juta.
Butuh akses khusus jika ingin membeli kiswah. Kalau ingin menguji keasliannya, ambil sedikit benangnya, lalu bakar.
Laporan FIRZAN SYAHRONI dari Makkah
---
MUSIM haji hampir selesai. Inilah saatnya berburu oleh-oleh. Mendatangi mal, toko, hingga pasar-pasar tradisional di Makkah.
Sebagaimana yang terpantau Jawa Pos sepanjang pekan lalu, di Pasar Jaafaria, misalnya, ratusan orang yang mengenakan tas kecil berbendera Indonesia keluar masuk lapak pedagang.
Mereka membeli oleh-oleh berupa serban, sajadah, tasbih, gantungan kunci, hingga suvenir khas Saudi.
Tapi, ada sebagian jamaah yang memilih memburu barang-barang langka. Salah satunya adalah potongan kiswah alias kain pelindung Kakbah. Mereka yang mengincar kiswah tidak keluar masuk toko.
Sebab, kiswah memang tidak dijual bebas. Hanya orang-orang tertentu yang memilikinya. Biasanya, potongan kiswah hanya dimiliki pejabat atau keluarga besar Kerajaan Saudi.
Salah seorang yang beruntung bisa membeli kiswah adalah Mohammad Sholeh, jamaah haji asal Surabaya. Pria yang berprofesi advokat itu sudah sembilan kali berkunjung ke Tanah Suci.
Selama itu pula, dia memburu potongan kiswah ke banyak tempat. "Setelah sembilan tahun mencari, baru sekarang menemukan kiswah," kata Sholeh saat ditemui Jawa Pos di Makkah pekan lalu.
Dia lantas menunjukkan kiswah yang baru didapatnya. Kain itu berukuran sekitar 50 x 70 cm dan dihiasi kaligrafi emas bertulisan Ya Rahman Ya Rahim. "Teman saya sudah memeriksa di toko emas. Benang kaligrafi ini benar-benar terbuat dari emas," kata Sholeh.
Dia mendapatkan kiswah itu atas bantuan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang memiliki hubungan baik dengan petinggi Saudi. Mahar yang dibayar Sholeh mencapai Rp 100 juta.
Bagi Sholeh, mahar sebesar itu termasuk murah. Dia lantas membandingkannya dengan kiswah milik mantan Menteri Agama Surya Dharma Ali (SDA) yang dilelang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kiswah milik SDA saja dilelang laku Rp 450 juta," ungkap Sholeh.
Sholeh yakin kiswahnya asli. Dia berlogika, jika kiswah itu palsu tentu jumlahnya banyak dan mudah dibeli di toko-toko. "Sebab, orang-orang sedunia memburunya."
Selain itu, warga Arab tidak suka mengoleksi kiswah karena dianggap syirik dan bidah. "Karena itu, pembesar Saudi mudah memberikannya ke orang lain," ucap Sholeh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022