
Seorang warga mencari anak nya di reruntuhan hotel roa rao yang hancur akibat gempa di kota palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9).
Pencarian korban di Perumnas Balaroa terbantu petunjuk keluarga yang ikut mendampingi. Bagi yang menunggui evakuasi di Hotel Roa Roa, yang terpenting sekarang bagaimana anggota keluarga mereka segera ditemukan. Baik masih hidup maupun sudah meninggal.
EDI SUSILO-NUR SOIMAH ULFA, Palu
---
TANGIS Wildan Arsida langsung pecah begitu kantong jenazah itu dibuka. "Iya betul, itu ibu saya," kata perempuan 21 tahun tersebut sembari terisak.
Rosmida, ibunda Wildan, adalah warga Perumnas Balaroa, Palu Barat. Kampung itu lenyap setelah tanah di bawahnya amblas menyusul gempa pada Jumat lalu (28/9).
Kala malaise itu terjadi, terang Wildan, sang ibu yang berusia 56 tahun tersebut ditemani dua keponakan.
Sedangkan dia dan suami tinggal di Duyu yang berjarak 5-6 kilometer dari Balaroa. "Ibu sudah ketemu, tapi saya tak tahu bagaimana nasib para keponakan saya," katanya.
Di kawasan Balaroa, tanah amblas hingga kedalaman 2-3 meter dari permukaan tanah. Membuat ratusan rumah warga di permukiman padat penduduk itu sudah tidak lagi berbentuk.
Perumnas Balaroa adalah perumahan kedua di Palu yang dibangun pemerintah untuk PNS (pegawai negeri sipil). Yang kemudian tumbuh jadi salah satu perumahan terpadat di Kota Palu.
Karena itu, diperkirakan ribuan warga terjebak di dalamnya. Juga, membuat puluhan jalan lenyap seketika.
Bukan hanya di Balaroa, kampung yang lenyap karena tanahnya amblas juga terjadi di Kelurahan Petobo, Palu Selatan. Dan, di Desa Jonooge, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.
Jadilah di hari-hari ini, terutama di Balaroa dan Petobo, seperti terpantau Jawa Pos dan Radar Sulteng, lokasi evakuasi dipenuhi mereka yang mencari orang-orang tercinta yang hilang.
Di Petobo, Muhammad Anas juga dipaksa menerima kenyataan: Asifah (sang anak) tak akan bisa ditemukan lagi. "Kami sudah mencarinya ke mana-mana," katanya lirih.
Pada Jumat menjelang magrib lalu itu, Anas, istri, dan ketiga anak mereka sedang berada di rumah. Saat Anas hendak mengambil wudu, tiba-tiba terasa guncangan sangat kuat.
Lima anggota keluarga itu pun keluar rumah dan melihat gulungan tanah yang membesar. Disusul suara gemuruh mirip tanah longsor. "Saat itu kami lari semua. Menyelamatkan diri," kenang Anas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022