
SETIA: Abdir telah konsisten menjaga bahasa Maudar setidaknya dalam setengah abad terakhir. (FAHMI SAMASTUTI/JAWA POS)
TAKDIR mempertemukan Abdir dengan bahasa Madura. Andai tepat waktu ketika mendaftar Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) Surabaya setengah abad lalu, dia mungkin menjadi pengajar matematika. Apalagi saat di bangku SMA, pria 78 tahun itu masuk jurusan eksakta.
Keliru waktu dalam mendaftar justru membawa berkah. Abdir memiliki posisi penting dalam pelestarian bahasa Madura.
Abdir pantas menyandang predikat mahaguru. Di kediamannya Kebonan, Sumenep, para muridnya menuntut ilmu di lembaga kursus bahasa Madura Pottre Koneng.
Siswa-siswa Abdir itu bukan ’’siswa’’ kebanyakan. ’’Saya jadi gurunya guru. Soalnya, yang datang guru SMP–SMA yang ditugasi mengajar bahasa Madura,” lanjutnya. ’’Muridnya” pun relatif muda. Masih berusia 20 hingga 30-an.
Abdir kerap berkelakar, r di akhir namanya adalah rakyat. Dengan begitu, namanya berarti Abdi rakyat. Guyonan itu tak salah. Sebab, separo hidupnya memang diabdikan untuk melestarikan bahasa Madura, identitas penduduk Madura.
Kursus Abdir tak cuma mengulas materi bahasa dan sastra. Karakter guru ikut digembleng. ’’Orang Madura terkenal pekerja keras, tapi bahasanya tetap mengajarkan kesopanan dan indah. Itu coba saya ajarkan terus ke guru-guru,” paparnya.
Dengan demikian, guru didikan Abdir selalu bertutur dalam tingkatan enggi enten alias yang paling halus. Meski, yang dihadapi adalah remaja. ’’Seperti kata Ki Hajar Dewantara, ing ngarsa sung tuladha. Di depan memberi contoh. Kalau mau murid bicara halus, gurunya harus mau memulai,” tegas kakek tiga cucu tersebut.
Dengan materi sepadat itu, kursus yang diberikan Abdir tak mahal. Tidak ada uang pendaftaran. Guru yang mengikuti kursus hanya diwajibkan membayar uang bulanan Rp 100 ribu dan tambahan biaya sertifikat. Normalnya, kursus berlangsung empat bulan. Tapi, ada pula yang menyelesaikan kursus dalam waktu lebih panjang.
Pottre Koneng telah melahirkan puluhan guru bahasa Madura. Sebarannya beragam, mulai Sampang hingga Kamal. ’’Di Sumenep, bisa dibilang, semua guru bahasa Madura murid saya,” lanjutnya.
Abdir juga sering menerima kunjungan dari guru bahasa daerah lain untuk studi banding. Dia justru rikuh ketika diminta mengajar dalam format seminar. ’’Saya pernah mengisi seminar. Empat hari, saya dibayar Rp 4 juta. Wah, itu terlalu mahal,” ungkapnya.
Abdir mengakui, mengajar bahasa daerah cukup menantang. Bahasanya ’’ada” dan masih digunakan di masyarakat. Meski dia amat sadar, jumlah penuturnya turun lantaran banyak orang tua yang mengenalkan anak-anaknya langsung pada bahasa Indonesia. Yang jadi soal, tak banyak yang memahami tata bahasa yang benar. Materi ajar pun terbatas.
Dia mengenang ketika pemerintah Jawa Timur merilis Pergub No 19 Tahun 2014. Saat itu, bahasa daerah jadi muatan lokal wajib hingga jenjang SMA. Abdir jelas gembira. Di satu sisi, dia juga kelabakan. Saat itu, belum ada buku atau lembar kerja siswa (LKS) untuk SMA. ’’Dari mana mereka belajarnya? Akhirnya, saya buat LKS, dicicil,” kata Abdir. Setiap materi belajar –mulai bacaan hingga latihan soal dan pengayaan– satu tema selesai, langsung difotokopi.
Baca juga:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022