
Ilustrasi: Konsep 'melawan Tuhan' dalam Xenogears. (Istimewa)
JawaPos.com - 'Berawal sebagai anak desa, berakhir jadi pembunuh Dewa.'
Premis tersebut kerap menjadi pola berulang yang digunakan dalam Japanese Role Playing Game, atau sering disingkat JRPG, dalam video gim di beragam platform.
Walau ceritanya berbeda-beda, pattern-nya sering kali sama: seorang remaja biasa memulai perjalanan kecil, lalu perlahan berakhir membunuh entitas yang menyerupai Tuhan.
Ketimbang mengartikannya sebagai bentuk pembangkangan terhadap kekuatan yang tidak terlihat, banyak pengamat budaya pop menilai bahwa ada hal eksistensial yang bisa dibahas dengan seru dari fenomena ini: ketika manusia seolah tak punya pilihan dalam menjalani hidup karena dikendalikan oleh kekuatan yang lebih besar, apakah pasrah pada nasib jadi satu-satunya opsi?
Dalam banyak JRPG, sosok 'Tuhan' tidak cuma dihadirkan sebagai bagian dari latar cerita, melainkan sesuatu yang pada akhirnya harus ditentang dan dibunuh.
Fenomena ini terlihat jelas dalam franchise tersohor seperti Final Fantasy, Persona, hingga Xenogears. Meski berbeda dunia dan karakter, semuanya dikisahkan punya tujuan akhir yang setali tiga uang: melawan kekuatan absolut yang mencoba mengontrol nasib dunia dan segala isinya secara sepihak.
Fenomena membunuh 'Tuhan' dalam JRPG terasa sangat berbeda dibanding banyak RPG Barat, di mana figur dewa biasanya hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dihancurkan demi kebebasan manusia.
Dalam tradisi Barat, khususnya yang dipengaruhi budaya Abrahamik, konsep 'Tuhan' sering diposisikan sebagai entitas maha benar, maha suci, dan bare minimum moral tertinggi manusia.
Karena itu, dalam banyak karya Barat, melawan Tuhan cenderung dianggap tabu dan amoral.
Sebaliknya, Jepang dan konsep Shintoisme-nya memiliki pandangan yang berbeda terhadap ide ketuhanan. Di sinilah akar mengapa banyak karya fiksi Jepang, termasuk JRPG, terasa jauh lebih nyaman dalam mempertanyakan, menolak, bahkan membunuh 'Tuhan'.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022