
Pluto. (Netflix)
JawaPos.com - Perang tidak serta merta berawal dari baku tembak. Ia bukan hal yang lahir tanpa tedeng aling-aling begitu saja di dalam ruang kosong.
Jauh sebelum peluru pertama melesat dari moncong senjata, perang sudah dimulai lebih dulu melalui narasi yang dirancang secara sistematis untuk memantik prahara.
Lewat pidato. Lewat berita. Lewat doktrin mulut ke mulut yang memicu ketakutan dan kegelisahan massal hingga terdengar seperti sebuah kebenaran.
Penggiringan opini publik ini akhirnya membuat masyarakat dari pihak-pihak yang berkonflik memaklumi ketika bentrokan pecah dengan begitu hebat. Semua tindak kekerasan adalah hal yang perlu dilakukan demi kejayaan.
Sebelum tank dan pasukan militer bergerak melintasi perbatasan daerah lawan, masyarakat harus lebih dulu diyakinkan bahwa ada ancaman yang harus dihancurkan.
Sebelum rudal diluncurkan dan bom dijatuhkan, publik harus lebih dulu percaya bahwa tindakan tersebut merupakan sebuah keharusan atas nama keselamatan.
Sebelum darah pertama tumpah di medan perang, harus ada musuh yang diciptakan lebih dulu untuk dibenci dan dimusnahkan.
Pola seperti ini muncul berulang kali dalam sejarah peperangan modern. Mulai dari propaganda Nazi terhadap Yahudi, siaran radio yang mengobarkan Genosida Rwanda di Afrika Timur, hingga narasi senjata biologis pemusnah massal yang digunakan untuk memvalidasi serangan Amerika Serikat ke Irak tahun 2003.
Tiga contoh tragedi bersejarah itu diawali proses yang setali tiga uang: ciptakan musuh lebih dulu, maka perang akan jadi hal yang masuk akal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
