
Penandatangan kerjasama PT Bank Tabungan Negara Tbk dengan PT Kliring Berjangka Indonesia di Jakarta, Rabu (27/2).
JawaPos.com - Guna menambah pundi-pundi Dana Pihak Ketiga (DPK), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik dana dari institusi selain dari nasabah ritel. Tahun 2019, bank yang fokus pada pembiayaan KPR ini menggaet PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Sinergi antar BUMN yaitu PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI dan Bank BTN ini dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama Penyimpanan Dana Margin.
“Kerjasama ini sangat strategis bagi Bank BTN karena sebagai Bank Penyimpan Dana Margin, BTN dapat menampung dana-dana yang berputar di Bursa Berjangka dengan demikian dapat meningkatkan DPK, maupun pendapatan non bunga bagi Bank BTN,” kata Direktur Bank BTN, Oni Febriarto Rahardjo usai menandatangani PKS dengan KBI di Jakarta, Rabu (27/2).
Dalam kerjasama ini, Bank BTN wajib memberikan fasilitas penampungan dana margin, dana kliring dan dana jaminan kliring, serta pelaksanaan pembayaran penyelesaian transaksi, baik dengan menggunakan jasa perbankan elektronik (internet banking/ mobile banking) maupun regular.
Tidak hanya bermitra dengan KBI untuk pengelolaan dana margin, Bank BTN juga dipercaya PT KBI untuk kerjasama terkait pemanfaatan jasa dan produk jasa perbankan.
Bank BTN juga menyediakan layanan perbankan bagi KBI dan karyawannya. Pengelolaan dana operasional korporasi dan pengelolaan dana konsumer bagi karyawan.
“Dengan kerjasama ini, kami berharap bisa mengejar target DPK yang kami patok tahun 2019 akan tumbuh sekitar 12-15 persen year on year, sementara khusus DPK Lembaga/institusi kami targetkan bisa tumbuh dikisaran yang sama, terutama yang masuk ke giro dan deposito,” kata Oni.
Adapun tahun 2018 lalu, DPK total BTN tercatat sekitar Rp 230 Triliun, sementara DPK Lembaga yang terdiri dari giro, giro FLPP dan deposito berkontribusi sekitar Rp 146 Triliun. Pertumbuhan DPK Lembaga tercatat mencapai sekitar 19,77 persen dibandingkan tahun 2017.
DPK Lembaga yang terkumpul di giro tumbuh dari sekitar Rp 49,9 miliar pada tahun 2017 menjadi sekitar Rp 53,6 miliar pada tahun 2018, sementara pada periode yang sama deposito tumbuh sekitar 9,8 persen yoy dari Rp 71,4 miliar menjadi Rp 92,4 miliar
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022