Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 April 2025 | 01.39 WIB

Apakah Harga Saham BBCA Bisa Kembali Tembus Rp 10.000? Begini Penjelasan Bos BCA

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja memberikan paparan saat acara BCA Berbagi Ilmu di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (21/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja memberikan paparan saat acara BCA Berbagi Ilmu di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (21/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat pernah mencapai level tertinggi dalam kurun satu tahun terakhir mencapai Rp 10.950 per lembar, pada 23 September 2024. Harga ini tercatat naik Rp 1.175 atau 12,02 persen.

Namun, seiring dengan folatilitas pasar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, harga saham BCA kini berada di level Rp 8000-an. Pada kondisi ini, pasar masih berekspektasi saham BCA bisa kembali ke level Rp 10.000.

Lantas, apakah harga saham BBCA bisa kembali tembus ke level Rp 10.000?

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menyampaikan dirinya tak bisa memprediksi arah harga saham yang dipimpinnya. Ia hanya menargetkan bahwa BCA bisa terus menjaga fundamental perseroaan agar tetap solid.

"Kalau ditanya apakah bisa kembali ke level Rp 10.000. Nah untungnya saya bukan fortune teller. Saya nggak punya bola kaca yang digosok-gosok melintir dia keluar angka gitu ya. Jadi saya jujur katakan nggak tahu," kata Jahja dalam konferensi pers belum lama ini.

"Bisa saja tercapai sebelum akhir tahun, bisa tahun depan. Jujur nggak tahu dan kita juga memang tidak, target kita harga saham. Kita targetnya menjaga performance kita, profit kita, return on asset, return on equity," sambung Jahja.

Kemudian, selain itu, Jahja menuturkan bahwa perseroan fokus terhadap cost ratio, cost income ratio. Lalu, menjaga non-performing loss (NPL) serta LAR.

Tak hanya itu, Jahja juga mengaku bahwa perseroan akan terus memperhatikan kualitas pemberian pinjaman yang bagus dan memang memiliki prospek.

"Itu yang kita kerjakan otomatis. Kalau fundamental performance kita bagus, maka harga saham otomatis akan meningkat," tutur Jahja.

"Jadi saya pikir kita sendiri nggak ada target mau berapa harga saham dan kita juga nggak tahu kapan itu akan terjadi," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore