
Pembagian warisan sering jadi ujian terakhir bagi banyak keluarga, menyebabkan perpecahan dan konflik yang sulit selesai. (M. Reza Febrino/Padek)
JawaPos.com - Pembagian warisan sering kali menjadi ujian terakhir dalam sebuah keluarga. Tak jarang, harta peninggalan yang seharusnya menjadi simbol kasih sayang justru berubah menjadi sumber pertengkaran, bahkan perpecahan.
Diperparah, rendahnya kesadaran finansial masyarakat, persoalan klasik ini ternyata masih menghantui banyak keluarga di Indonesia dan Asia.
Hal itu terungkap dalam survei terbaru Sun Life Indonesia bertajuk 'Passing the Torch: Building Lasting Legacies in Asia', yang menyoroti bagaimana keluarga di Asia memandang, merencanakan, dan meneruskan warisan, baik dalam bentuk kekayaan maupun nilai kehidupan.
Warisan Tak Sekadar Harta, tapi juga Nilai dan Makna
Bagi banyak keluarga Asia, warisan bukan hanya rumah, tabungan, atau bisnis keluarga. Sebanyak 41 persen responden menganggap warisan sebagai simbol perjuangan hidup yang harus dijaga dan diteruskan, sementara 15 persen ingin meneruskan tradisi keluarga, dan 13 persen berharap meninggalkan pengaruh positif bagi orang-orang terdekat mereka.
Namun, kekhawatiran besar muncul: hanya 31 persen yang percaya anak-anak mereka akan menjaga dan melanjutkan nilai-nilai keluarga. Perbedaan gaya hidup dan prioritas antar generasi menjadi penyebab utamanya.
Generasi muda dinilai semakin jauh dari tradisi dan cenderung lebih fokus pada kemandirian finansial ketimbang menjaga 'nama besar' keluarga.
60 Persen Tak Yakin Harta akan Bertahan di Tangan Anak
Survei yang melibatkan lebih dari 3.000 responden di enam negara, termasuk Indonesia itu menemukan bahwa 60 persen orang tua khawatir kekayaan mereka tidak akan bertahan hingga generasi berikutnya. Bahkan lebih dari separuh merasa anak-anak mereka belum memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mengelola warisan.
Kekhawatiran ini paling tinggi dirasakan kalangan berpenghasilan menengah ke atas. Banyak dari mereka menyadari, tanpa literasi keuangan dan komunikasi keluarga yang terbuka, harta bisa habis dalam hitungan tahun setelah pewaris meninggal.
“Kami melihat perubahan cara pandang keluarga terhadap konsep warisan, tidak hanya tentang harta, tapi juga bagaimana memberikan rasa aman, pendidikan, dan masa depan yang bermakna bagi generasi berikutnya,” ujar Maika Randini, Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia dalam laporannya.
Kurang Siap, Banyak yang Belum Punya Rencana Jelas
Meski kesadaran terhadap pentingnya perencanaan warisan meningkat, faktanya hanya 1 dari 5 orang yang benar-benar siap jika harus meninggalkan warisan hari ini. Bahkan 31 persen responden mengaku belum menyiapkan apa pun, sementara sebagian besar baru sekadar membicarakan tanpa tindakan konkret.
Padahal, pembicaraan terbuka dan perencanaan yang jelas bisa mencegah konflik keluarga di kemudian hari. Survei juga menunjukkan bahwa 44 persen keluarga masih mendiskusikan soal warisan secara informal, tanpa dokumen resmi seperti surat wasiat atau perwalian.
Kemudian, selain aset, banyak keluarga kini menyadari bahwa literasi finansial merupakan bentuk warisan yang paling berharga. Sekitar 53 persen responden mengatakan mereka sudah mulai mengajarkan anak-anaknya tentang pengelolaan uang dan pentingnya menabung serta berinvestasi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
