
Ilustrasi Bansos PKH dan BPNT cair. (Pexels)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan transformasi besar-besaran pada peta bantuan sosial (bansos) yang akan berlaku mulai tahun 2026. Kabar ini menjadi sorotan karena adanya perombakan struktur bantuan, di mana beberapa program dipastikan tetap cair, sementara bantuan lainnya terpaksa dihentikan demi efisiensi anggaran.
Langkah ini diambil pemerintah untuk memperkuat basis data penerima manfaat dan mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi melalui teknologi digital.
Daftar Bansos yang Tetap Cair di 2026: PKH dan BPNT Masih Prioritas
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Info Bansos, program-program yang bersifat fundamental tetap menjadi tulang punggung perlindungan sosial di Indonesia. Berikut adalah daftar bantuan yang dipastikan berlanjut:
- Program Keluarga Harapan (PKH): Tetap menyasar ibu hamil, anak sekolah, disabilitas, dan lansia.
- BPNT (Program Sembako): Tetap fokus pada pemenuhan pangan namun dengan skema penyaluran yang lebih modern.
- PIP (Program Indonesia Pintar): Berlanjut untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.
- PBI JKN: Jaminan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin tetap dialokasikan.
- Program Atensi & Rehabilitasi: Dukungan untuk satu juta lansia dan disabilitas berupa alat bantu serta pelatihan.
- Program Pemberdayaan: Modal Rp5 Juta untuk KPM Mandiri
Salah satu gebrakan di tahun 2026 adalah penguatan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PPSE). Program ini bukan sekadar bantuan cuma-cuma, melainkan jembatan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk "naik kelas".
Pemerintah menyediakan modal usaha hingga Rp5 juta beserta pendampingan intensif. Namun, ada konsekuensi yang harus dipahami: "Penerima harus siap tidak lagi menerima bantuan sosial setelah dinyatakan mandiri."
BLT dan BSU Resmi Dihapus?
Kabar kurang menyenangkan datang bagi penerima bantuan bersifat darurat. Berbeda dengan bansos reguler, BLT Kesejahteraan Rakyat dipastikan tidak berlanjut ke 2026.
Kebijakan ini diambil karena pemerintah menilai BLT hanya berfungsi merespons krisis temporer seperti pandemi atau inflasi tinggi. Selain BLT, Bantuan Subsidi Upah (BSU) juga diprediksi akan berhenti seiring dengan stabilnya kondisi ekonomi nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022