
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait kekhawatiran bahwa skema cicilan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang bersumber dari dana desa berpotensi membebani fiskal negara.
Purbaya menegaskan, skema tersebut tidak akan menambah beban anggaran negara secara keseluruhan, meskipun cicilan itu dibayarkan di tengah gejolak ketidakpastian global. Menurutnya, alokasi fiskal tetap berada dalam koridor yang sudah dirancang pemerintah.
“Enggak bertambah, kan. Tetap saja anggarannya seperti itu. Yang banyak kan disubsidi, kalau anggaran itu kan sama,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3).
Dia juga menekankan bahwa dari sisi penerimaan negara (income), pemerintah saat ini mengalami peningkatan, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Kenaikan tersebut dinilai mampu menjadi penopang tambahan bagi fiskal negara.
“Jangan lupa di sisi income juga kita naik. Income batubara itu kan pada naik. Minyak juga naik. Jadi kalau kita lihat, level USD 100 per barel kita masih aman,” jelasnya.
Meski demikian, Purbaya mengingatkan bahwa kondisi “aman” tersebut tidak berarti tanpa defisit. Ia menegaskan bahwa defisit anggaran memang sudah menjadi bagian dari desain kebijakan fiskal pemerintah.
“Jangan dibilang aman-aman tahu-tahu defisit. Memang angkanya didesain defisit. Dua bulan pertama sekian. Kita percepat belanja pemerintah supaya dorongan ekonomi lebih merata sepanjang tahun. Jadi itu bukan kelemahan, tapi keunggulan,” paparnya.
Sementara itu, skema pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih mulai terkuak. Ternyata, pengajuan kredit senilai Rp 3 miliar per koperasi bukan berasal dari pemerintah desa, melainkan langsung diajukan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelaksana.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal sudah mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk satu unit Koperasi Merah Putih. Dengan begitu secara total untuk sebanyak 80.000 unit koperasi kebutuhannya mencapai Rp 240 triliun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022