
Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level dibawah 6,000 pada perdagangan Rabu (24/6) setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yangn menetapkan pasar modal Indonesia di kategori Emerging Market dengan sejumlah catatan.
IHSG ditutup melemah 217 poin atau 3,56 persen ke level 5,883 pada perdagangan hari ini. Adapun IHSG sempat menguat 0,97 persen ke level 6,160 pada pembukaan perdagangan hari ini.
Berdasarkan RTI, dana yang diperdagangkan hari ini sebesar Rp 15 triliun dengan 26,6 miliar saham berpindah tangan melalui 2.033.150 kali transaksi. Adapun, pergerakan saham hari ini diwarnai oleh 98 saham menguat, 611 melemah dan 104 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.
Dikutip dari Ajaib, tercatat Rp 1,2 triliun investor asing keluar dari bursa saham Indonesia pada hari ini. Adapun, investor asing melakukan pembelian saham dengan nilai Rp 4,1 triliun, dan menjual sebesar Rp 5,3 triliun.
Pengamat Pasar Modal, Reza Priyambada, mengatakan penurunan IHSG hari ini terjadi karena sejumlah catatan yang diberikan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) atas penetapan posisi Indonesia di Emerging Market.
Ia mengatakan, investor institusional internasional sering kali menyampaikan kekhawatiran kepada MSCI ketika mereka mengalami ketidaktransparansian yang berkelanjutan dalam struktur kepemilikan saham dan mencurigai adanya perilaku perdagangan terkoordinasi.
“Artinya kemungkinan pelaku pasar, terutama investor asing, melihat tidak adanya transparansi siapa yang menggerakan saham,” ujar Reza kepada JawaPos.com, Rabu (24/6).
Reza mengatakan, pelaku pasar juga mempertimbangkan aksi dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam menentukan Langkah ekonomi Indonesia.
Ia mencontohkan, salah satu yang menjadi fokus adalah terkait dengan penanganan korupsi, proyek MBG yang dinilai banyak permasalahanya, sinkronisasi kebijakan antar Lembaga, penguatan kebijakan fiskal yang dapat sejalan dengan kebijakan moneter.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022