
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi kembali menguat pada perdagangan Senin (6/7), setelah sebelummya ditutup melemah 34 poin menjadi Rp 17.963 per dollar AS pada perdagangan Jumat (3/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.
"Untuk perdagangan (6/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.910-Rp 17.970," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7).
Ibrahim mengatakan pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan optimistis bahwa Iran telah "menyetujui hampir semua yang dibutuhkan", sehingga memunculkan harapan bahwa pembicaraan berjalan ke arah positif.
Baca Juga:Bukan Cuma Infrastruktur, Komdigi Ungkap Talenta Digital Kini Jadi Kunci Kemenangan Indonesia
Namun demikian, Wall Street Journal melaporkan bahwa Teheran menolak proposal Washington yang meminta Iran melepaskan klaim atas Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencairan miliaran dolar aset Iran yang dibekukan.
Pemerintah AS disebut menawarkan berbagai insentif keuangan, termasuk akses terhadap aset yang dibekukan, guna menjamin kelancaran pelayaran di jalur strategis tersebut. Penolakan Iran membuat risiko geopolitik masih menjadi perhatian pasar.
"Sentimen yang beragam tersebut membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap perkembangan negosiasi AS-Iran, kelancaran pasokan minyak mentah dari kawasan Teluk, serta prospek pemulihan permintaan energi setelah libur panjang di Amerika Serikat," katanya.
Selain itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat juga memberikan tekanan terhadap ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve.
Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57 ribu lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110 ribu. Sementara itu, data bulan Mei direvisi turun menjadi 129 ribu dari sebelumnya 172 ribu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022