Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 15.06 WIB

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Senin (27/7), setelah sebelummya ditutup melemah melemah 27 poin menjadi Rp 17.963 per dollar AS pada perdagangan Jumat (24/7).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen luar negeri

"Untuk perdagangan (24/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.960-Rp 18.020," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (25/7).

Ibrahim menjelaskan, tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang mendorong permintaan terhadap dolar AS tetap tinggi.

Dari sisi eksternal, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor baru terhadap barang dari 60 mitra dagang mulai Jumat. Kebijakan tersebut menetapkan tarif sebesar 10 persen hingga 12,5 persen terhadap berbagai produk impor, termasuk barang asal Indonesia.

Penerapan tarif baru ini dilakukan setelah berakhirnya kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen yang sebelumnya berlaku selama 150 hari. Pemerintah AS menyebut langkah tersebut bertujuan mendorong negara-negara mitra dagang memperketat larangan terhadap produk yang dibuat menggunakan tenaga kerja paksa.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah.

Kondisi tersebut mendorong Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan meminta pertanggungjawaban Iran atas setiap serangan Houthi terhadap pelayaran komersial dan mengancam akan mengambil tindakan militer lebih lanjut terhadap Teheran.

Sementara itu, dari dalam negeri, Ibrahim menilai kebutuhan impor energi Indonesia yang mencapai lebih dari 1,5 juta barel per hari menjadi salah satu faktor yang memperbesar tekanan terhadap rupiah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore