
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (31/7), setelah sebelummya ditutup melemah 41 poin menjadi Rp 18.114 per dollar AS pada perdagangan Kamis (30/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri dan luar negeri.
"Untuk perdagangan (31/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.110-Rp 18.160," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (31/7).
Ibrahim mengatakan, keputusan The Fed yang kembali mempertahankan suku bunga acuan belum mampu memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Menurut dia, pasar justru mencermati perpecahan pandangan di internal bank sentral Amerika Serikat yang mengindikasikan risiko inflasi masih belum sepenuhnya mereda.
The Fed mempertahankan suku bunga dana federal pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Namun, keputusan tersebut diambil dengan hasil voting 9-3. Tiga anggota Federal Open Market Committee (FOMC), yakni Beth Hammack dari Cleveland Fed, Neel Kashkari dari Minneapolis Fed, dan Lorie Logan dari Dallas Fed, menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pelaku pasar juga dibayangi prospek perlambatan ekonomi nasional. Sejumlah ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 hanya berada di kisaran 4,8 persen hingga 4,9 persen.
“Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen,” ujarnya.
Perlambatan diperkirakan dipicu tingginya biaya produksi akibat gejolak ekonomi global, dampak kebijakan moneter yang lebih ketat, serta masih tingginya ketidakpastian terhadap arah kebijakan fiskal domestik.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan hanya berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen atau masih di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah di tengah derasnya arus modal keluar dari pasar negara berkembang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022