Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 19.54 WIB

Intervensi Jepang-AS Guncang Pasar, Yen Menguat Tapi Saham Nikkei Terkoreksi

Nilai tukar yen terhadap per dolar AS sempat menguat pada Senin (3/8). (BT File) - Image

Nilai tukar yen terhadap per dolar AS sempat menguat pada Senin (3/8). (BT File)

JawaPos.com - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap yen anjlok tajam pada perdagangan Senin pagi setelah Jepang dan AS mengonfirmasi telah melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing. Kedua negara juga memperingatkan bahwa langkah serupa dapat kembali dilakukan jika gejolak nilai tukar berlanjut.

Seperti dilansir Kyodo, Senin (3/8), dolar sempat turun ke kisaran 155,20 yen sebelum bergerak di level 156,46-156,47 yen saat perdagangan tengah hari. Posisi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan 157,33-157,43 yen di New York dan 160,20-160,22 yen di Tokyo pada penutupan perdagangan Jumat.

Intervensi bersama yang dilakukan pada Jumat menjadi aksi koordinasi pertama Jepang dan AS dalam 15 tahun terakhir. Langkah itu diambil untuk menahan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam hampir empat dekade.

Wakil Menteri Keuangan Jepang Urusan Internasional Atsushi Mimura menegaskan pemerintah akan terus bertindak untuk meredam gejolak nilai tukar yang berlebihan. Ia bahkan menyebut intervensi terbaru sebagai "penyempurnaan aliansi mata uang Jepang-AS."

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama juga menegaskan kedua negara siap kembali turun tangan jika diperlukan. "Kami tidak akan ragu melakukan intervensi bersama lagi," ujarnya.

Peneliti senior Gaitame.com Research Institute, Takuya Kanda, mengatakan intervensi pada dasarnya hanya memberikan efek jangka pendek. Namun, menurutnya, intervensi yang dilakukan secara bersama-sama memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan dampaknya terhadap pasar.

Reaksi pasar tidak hanya terlihat di pasar valuta asing. Bursa saham Tokyo juga melemah tajam karena investor khawatir penguatan yen akan menekan prospek laba perusahaan-perusahaan Jepang yang bergantung pada ekspor.

Indeks Nikkei 225 ditutup turun 1.121,51 poin atau 1,74 persen ke level 63.240,51. Sementara itu, indeks Topix melemah 86,69 poin atau 2,17 persen menjadi 3.916,61.

Tekanan di pasar saham juga dipicu aksi ambil untung pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Pada sesi sebelumnya, indeks Nikkei sempat melonjak hampir 2.500 poin sehingga sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore