Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 20.19 WIB

BPS: Nilai Tukar Petani Juli Naik 0,15 Persen, Sektor Perikanan Turut Meningkat

Petani membawa hasil panen padi yang gagal di Desa Weninggalih, Jonggol, Bogor. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Petani membawa hasil panen padi yang gagal di Desa Weninggalih, Jonggol, Bogor. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juli naik sebesar 0,15 persen secara bulanan atau month to month (mtom) atau mencapai 127,84.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan NTP ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,25 persen atau lebih dalam dari penurunan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,10 persen.

"Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima oleh petani ini turun 0,1 persen. Sedangkan, indeks harga yang dibayar oleh petani turunnya lebih dalam, yaitu 0,25 persen," ujar Ateng dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (3/8).

Ateng mengatakan, komoditas yang paling dominan memengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani adalah cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah.

Ia menjelaskan, penurunan terdalam terjadi pada subsektor hortikultura mengalami penurunan NTP sebesar 8,49 persen. Kondisi tersebut disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani hortikultura sebesar 8,74 persen, lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 0,28 persen.

Ateng mengatakan, subsector peternakan juga mengalami penurunan NTP. Sebaliknya, nilai tukar perikanan meningkat sebesar 1,01 persen.

“Peningkatan nilai tukar perikanan didukung oleh kenaikan nilai tukar nelayan sebesar 0,95 persen dan nilai tukar pembudi daya ikan sebesar 1,10 persen,” ujarnya.

Komoditas yang dominan mendorong kenaikan indeks harga yang diterima nelayan meliputi rajungan, ikan cakalang, tongkol, dan ikan kembung. Sementara itu, kenaikan indeks harga yang diterima pembudi daya ikan terutama dipengaruhi oleh rumput laut, bandeng, udang, dan lele.

Ateng melanjutkan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Juli 2026 secara total meningkat 0,94 persen mtm dan naik 5,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore