
Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Satu tahun kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) berhasil menaikan pertumbuhan ekonomi. Namun, kondisi ini tidak dibarengi dengan nilai tukar rupiah dan IHSG karena kedunya ambruk.
Selama satu tahun memimpin Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Purbaya membawa pendekatan berbeda dalam mengelola kebijakan fiskal. Dia lebih menekankan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun pada perbankan.
Namun, periode tersebut juga diwarnai sejumlah tantangan. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, tekanan di pasar saham, hingga peningkatan proyeksi defisit APBN.
Salah satu catatan positif selama Purbaya menjabat adalah pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan penguatan. Ketika Purbaya mulai menjabat pada September 2025, ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 tumbuh 5,04 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,95 persen.
Memasuki 2026, pertumbuhan ekonomi kembali mencatat penguatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Capaian tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2025 sebesar 4,87 persen.
Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen. Sementara pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,29 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang kerap digunakan Purbaya untuk menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mulai mendorong pemulihan ekonomi. Bahkan, Purbaya menargetkan ekonomi Indonesia dapat bergerak menuju pertumbuhan 6 persen.
Namun, pertumbuhan tersebut belum mencapai target ambisius pemerintah. Kementerian Keuangan pada September 2026 masih mendorong berbagai kebijakan investasi dan produktivitas agar pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6 persen pada 2027.
Salah satu kebijakan paling menonjol selama Purbaya menjadi Menkeu adalah penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun pada lima bank milik negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022